JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Sukabumi melakukan aksi penanaman 1.000 bibit mangrove di pesisir Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas, Rabu (16/7/2025).
Kepala Diskan Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati mengatakan kegiatan ini merupakan upaya menjaga kelestarian lingkungan dan perlindungan masyarakat pesisir, khususnya nelayan.
“Penanaman mangrove dilakukan bersama Balawista, TNI AL, perwakilan Kecamatan Ciemas, Pokmasi Mandrajaya Nusantara, dan warga sekitar. Proyek ini dinilai sebagai strategi jangka panjang menjaga ekosistem laut dan meningkatkan kesejahteraan nelayan,” terangnya.
Nunung menjelaskan bahwa Desa Mandrajaya telah ditetapkan sebagai Pusat Restorasi dan Pengembangan Ekosistem Pesisir (PRPEP) sejak 2018. Kawasan ini memiliki luas sekitar 9 hektare dengan keanekaragaman mangrove yang tinggi.
“Mangrove melindungi pesisir dari abrasi dan erosi, sekaligus berperan dalam penyerapan karbon dioksida untuk mitigasi perubahan iklim,” ulasnya.
Selain manfaat ekologis, hutan mangrove juga berpotensi menjadi destinasi wisata edukatif yang ramah lingkungan. Pengembangan ekowisata ini diharapkan mendorong kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Nunung mengapresiasi keterlibatan lintas sektor dalam kegiatan tersebut, termasuk peran aktif warga dan organisasi lokal. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak menambatkan perahu di kawasan mangrove serta menjaga kebersihan lingkungan pesisir.
“Pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama dan manfaatnya akan dirasakan tidak hanya hari ini, tapi juga oleh generasi mendatang,” tegasnya.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor dan partisipasi warga menjadi fondasi kuat untuk mewujudkan pengelolaan pesisir yang berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi.
Redaktur: Ujang Herlan












