JURNALSUKABUMI.COM – Ajang beladiri akbar bertajuk ‘Sukabumi Nyerenteng’ akan berlangsung di GOR Merdeka pada Sabtu 12 Juli 2025 mendatang. Acara ini digagas untuk mewadahi berbagai cabang olahraga (cabor) beladiri dan menjadi ajang silaturahmi bagi para praktisi combat sport (olahraga tarung) di Sukabumi.
Ketua Pelaksana Sukabumi Nyerenteng, Anggi Sendra Yogi, menjelaskan bahwa gelaran ini sebetulnya merupakan rangkaian Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-79.
“Sebetulnya ini dalam rangka rangkaian HUT Bhayangkara yang ke-79, tapi dikarenakan waktu itu persiapannya kurang matang jadi tidak tepat di 1 Juli, jadi kita mundurkan ke 12 Juli,” ujar Anggi di Sapa Cafe Selabintana, Selasa (08/07/2025).
Berbeda dengan ajang beladiri pada umumnya yang cenderung fokus pada satu cabor, Sukabumi Nyerenteng hadir dengan konsep inklusif.
Anggi menuturkan, berkaca dari kegiatan tahun lalu yang merujuk ke salah satu cabor saja, seperti Mixed Martial Arts (MMA), sehingga ada beberapa cabor lain yang tidak bisa mengikuti.
“Dikarenakan seperti itu, kita inisiatif dari panitia mewadahi semua cabor. Jadi kita adakan semua, dari mulai freestyle boxing, striking, MMA, kita adakan semua. Semua cabor yang bergelut di combat sport cabang beladiri bisa masuk ikut,” tegasnya.
Peserta Sukabumi Nyerenteng dibagi dalam beberapa kategori usia, dimulai dari usia 9 tahun (kadet), dan selanjutnya 18-21 tahun, selanjutnya bisa dibilang amatir untuk umum. Untuk seleksi atlet, panitia tidak memberlakukan seleksi ketat melainkan lebih kepada proses skrining.
“Untuk mengikuti ini karena kita juga berpikiran bahwa olahraga combat sport ini kontak fisik full. Jadi kalau misalkan mereka tidak memahami ketentuan dan tidak memahami rules-nya, akan sedikit berbahaya,” jelasnya.
Hingga saat ini, antusiasme peserta sangat tinggi dengan lebih dari 100 orang mendaftar. Namun, Anggi menambahkan bahwa proses drawing dan pemasangan kelas masih terus berjalan.
“Sejauh ini peserta sudah lebih dari 100 kalau buat umum, cuma kita juga kan drawing dulu, pemasangan dulu per kelas misal kelas 48, 50, 55, 60 dan selanjutnya yang baru terpasang baru sekitar ada 80 orang berarti sekitar 40 partai, sisanya masih menunggu yang daftar,” ungkapnya.
Pertarungan utama akan digelar pada Sabtu, 12 Juli 2025. Sehari sebelumnya, pada H-1, akan diadakan timbang badan, face off, dan technical meeting di GOR Merdeka.
Pihaknya berharap ajang Sukabumi Nyerenteng dapat menjadi wadah bagi pengurus cabor untuk menjaring bibit-bibit atlet terbaik.
“Kalau dari panitia Sukabumi Nyerenteng itu nggak ada gol ke situ cuma diharapkan semua cabor dan pengurusnya bisa melihat dan memilih atlet mana yang bagus dan mungkin mereka akan menawarkan untuk gabung ke pengcab atau ke cabor mereka,” ujarnya.
Selain itu, ajang ini juga diharapkan dapat menjadi sarana positif untuk mencegah kenakalan remaja.
“Karena kita sudah koordinasi dengan pihak Polres Sukabumi Kota, karena banyaknya dan seringnya tawuran di luar jadi kita wadahi mereka yang suka tawuran di jalanan untuk bisa lebih tertib atau mereka yang punya ada masalah bisa diwadahi di sini,” pungkasnya.
Para pemenang di kategori umum akan mendapatkan sertifikat, medali, dan suvenir sebagai bentuk apresiasi prestasi. Sementara itu, untuk main event yang melibatkan influencer, akan ada sedikit bayaran sebagai bentuk penghargaan.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan












