Palabuhanratu Menari 2025, Disbudpora: Kebangkitan Budaya dari Akar Masyarakat

Selasa, 6 Mei 2025 - 05:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Lebih dari 500 penari dari berbagai sanggar seni, sekolah, dan komunitas budaya memeriahkan acara Palabuhanratu Menari 2025 yang digelar di halaman Yogya Palabuhanratu pada Sabtu (26/4/2025) lalu.

Kegiatan ini tak hanya merayakan Hari Tari Sedunia, tetapi juga menjadi simbol kuat kebangkitan seni tradisi Sukabumi yang dikemas secara kolaboratif dan inklusif.

Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Sukabumi, Yudi Mulyadi, yang menyebutnya sebagai refleksi nyata dari hidupnya budaya lokal di tengah masyarakat.

“Ini bukan sekadar event tari. Ini adalah pernyataan bersama bahwa budaya kita masih hidup, tumbuh, dan menyatukan. ‘Palabuhanratu Menari’ adalah panggung ekspresi budaya yang sangat luar biasa,” ujar Yudi, Selasa (6/5/2025).

Disbudpora menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam menjadikan ruang publik sebagai media ekspresi budaya terbuka. Penampilan Tari Jaipong, Tari Merak, Rampak Kendang, hingga flashmob Menari untuk Negeri berhasil menyatukan semua kalangan anak-anak, pelajar, orang tua dalam satu gerak serempak yang sarat makna.

“Ketika masyarakat bisa menari bersama, mereka sedang merayakan identitas. Ini bentuk pendidikan budaya lintas usia yang hidup dan mengakar,” tambah Yudi.

Selain penampilan tari, acara ini juga menghadirkan pameran UMKM kreatif, kuliner khas Sunda, dan pertunjukan musik tradisional, yang memperkuat dimensi ekonomi kreatif dalam pelestarian budaya.

Menurut Disbudpora, sinergi antara seni dan ekonomi ini penting untuk menciptakan ekosistem budaya yang berkelanjutan. Tak hanya sebagai hiburan, acara ini juga menjadi sarana edukasi dan pembangunan karakter masyarakat, terutama generasi muda.

“Ini bukan hanya hiburan. Ini pembangunan karakter. Ini gerakan kolektif mencintai budaya sendiri dengan cara yang menyenangkan dan membanggakan,” ungkap Yudi.

Disbudpora berkomitmen mendorong agar kegiatan serupa bisa diselenggarakan secara merata di seluruh kecamatan di Kabupaten Sukabumi. Yudi menegaskan pentingnya menjadikan event budaya sebagai agenda tahunan resmi dalam kalender kebudayaan daerah.

“Sukabumi punya kekayaan budaya yang luar biasa. Tiap kecamatan punya potensi unik. Jika ini dikelola dengan baik dan dikemas profesional, bisa jadi magnet wisata sekaligus penggerak ekonomi lokal,” tegasnya.

 

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Puluhan Rumah Rusak, Wabup Andreas Bakal Temui Warga Terdampak di Cicurug
Pemkab Sukabumi Dorong Sinergi Kejaksaan dan Pers Perkuat Pengawasan Pemerintahan
Penerangan Hukum Kejari Sukabumi Bersama Pers: Merawat Kepercayaan, Mengawal Keadilan
Bupati Sukabumi Tekankan Semangat Persatuan di Momentum Hari Kesaktian Pancasila
Catatan Debu Jalanan: Jangan Biarkan KSU Terhenti di Tengah Jalan!
Tendangan Wabup Andreas Buka Persaingan 71 Sekolah di Bupati Cup 2026
PWI Sukabumi Buka Ruang Kolaborasi, Ajak IJTI Perkuat Ekosistem Pers
Nanan Apon Diganjar IJTI Award, Minisoccer Sangrawayang Jadi Wadah Potensi Anak Muda
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Puluhan Rumah Rusak, Wabup Andreas Bakal Temui Warga Terdampak di Cicurug

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Pemkab Sukabumi Dorong Sinergi Kejaksaan dan Pers Perkuat Pengawasan Pemerintahan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Penerangan Hukum Kejari Sukabumi Bersama Pers: Merawat Kepercayaan, Mengawal Keadilan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Bupati Sukabumi Tekankan Semangat Persatuan di Momentum Hari Kesaktian Pancasila

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:54 WIB

Catatan Debu Jalanan: Jangan Biarkan KSU Terhenti di Tengah Jalan!

Berita Terbaru