Di Depan Mako Polres Sukabumi, Warga Simpenan Bersikeras Jadi Saksi Kematian Samson

Jumat, 21 Februari 2025 - 22:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Puluhan warga Cihurang, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan mendatangi Mako Polres Sukabumi pasca Suherlan alias Samson tewas tragis.

Diketahui, puluhan warga tersebut berniat memberikan keterangan atau menjadi saksi terkait kematian samson preman kampung yang dianggap meresahkan selama ini.

Pantauan jurnalsukabumi.com di lapangan, pada Jumat (21/2/2025) sekitar pukul 21:00 WIB, warga berbondong-bondong dengan kendaraan roda dua maupun roda empat memarkirkan kendaraan di depan Mako Polres.

Dari situ warga berjalan memasuki Mako, lantaran begitu banyak warga yang datang, kepolisian pun langsung menutup gerbang agar puluhan warga itu tidak memasuki Mako.

Namun, penutupan gerbang itu menjadikan kemarahan warga. Sorak sorai pun terdengar terutama suara ibu-ibu yang ingin memasuki Mako Polres Sukabumi.

“Ibu-ibu juga ingin ngasih keterangan. Namun pihak kepolisian meminta beberapa perwakilan saja untuk masuk ke dalam,” teriakan ibu-ibu yang menggeruduk Mako Polres Sukabumi.

Di situ, negosiasi pun dilakukan untuk memecah kekesalan warga. Beberapa perwakilan pun memasuki Mako untuk memberikan keterangan di Satreskrim Polres Sukabumi.

Namun beberapa perwakilan itu tidak membendung keinginan warga yang ingin seluruhnya menjadi saksi atas kejadian tersebut. Di situ pun warga menunggu hingga perwakilan dipulangkan.

“Yang di dalam tidak bisa pulang kita tak mau pulang,” teriak sejumlah ibu-ibu yang mendatangi Polres Sukabumi.

Warga ketakutan yang saat ini sejumlah orang dijadikan saksi nantinya ditahan atau ditetapkan tersangka.

“Jam 11 ini tidak pulang, kita akan ke sini lagi,” tuturnya.

Sementara ini, sekira pukul 22.00 WIB, sejumlah pria atau ibu-ibu masih menunggu di depan Mako Polres Sukabumi.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan
Ratusan Buruh ‘Kepung’ Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Keluhkan Pencaloan Pencairan

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08 WIB

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:46 WIB

Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terbaru