JURNALSUKABUMI.COM – Puluhan warga Cihurang, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan mendatangi Mako Polres Sukabumi pasca Suherlan alias Samson tewas tragis.
Diketahui, puluhan warga tersebut berniat memberikan keterangan atau menjadi saksi terkait kematian samson preman kampung yang dianggap meresahkan selama ini.
Pantauan jurnalsukabumi.com di lapangan, pada Jumat (21/2/2025) sekitar pukul 21:00 WIB, warga berbondong-bondong dengan kendaraan roda dua maupun roda empat memarkirkan kendaraan di depan Mako Polres.
Dari situ warga berjalan memasuki Mako, lantaran begitu banyak warga yang datang, kepolisian pun langsung menutup gerbang agar puluhan warga itu tidak memasuki Mako.
Namun, penutupan gerbang itu menjadikan kemarahan warga. Sorak sorai pun terdengar terutama suara ibu-ibu yang ingin memasuki Mako Polres Sukabumi.
“Ibu-ibu juga ingin ngasih keterangan. Namun pihak kepolisian meminta beberapa perwakilan saja untuk masuk ke dalam,” teriakan ibu-ibu yang menggeruduk Mako Polres Sukabumi.
Di situ, negosiasi pun dilakukan untuk memecah kekesalan warga. Beberapa perwakilan pun memasuki Mako untuk memberikan keterangan di Satreskrim Polres Sukabumi.
Namun beberapa perwakilan itu tidak membendung keinginan warga yang ingin seluruhnya menjadi saksi atas kejadian tersebut. Di situ pun warga menunggu hingga perwakilan dipulangkan.
“Yang di dalam tidak bisa pulang kita tak mau pulang,” teriak sejumlah ibu-ibu yang mendatangi Polres Sukabumi.
Warga ketakutan yang saat ini sejumlah orang dijadikan saksi nantinya ditahan atau ditetapkan tersangka.
“Jam 11 ini tidak pulang, kita akan ke sini lagi,” tuturnya.
Sementara ini, sekira pukul 22.00 WIB, sejumlah pria atau ibu-ibu masih menunggu di depan Mako Polres Sukabumi.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












