Steril saat Jam Istirahat, PN Cibadak Larang Media Tunggu di Ruang Pelayanan

Rabu, 22 Januari 2025 - 18:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Suasana di Pengadilan Negeri (PN) Cibadak, Kabupaten Sukabumi, sempat memanas pada Rabu (22/1/2025), ketika sejumlah wartawan dipaksa meninggalkan ruang pelayanan.

Alasannya, ruang tersebut harus steril selama jam istirahat, sesuai dengan aturan yang disebut sebagai SOP.

“Tempat ini harus steril karena jam istirahat. Dimohon menunggu di luar gedung Pengadilan Negeri Cibadak. SOP-nya begitu,” ujar salah seorang petugas di PN Cibadak kepada media.

Ahmad Fikri kontributor CNN Indonesia, mengaku kesal karena perlakuan tersebut. Menurutnya, ada kesan diskriminasi, di mana wartawan diminta keluar dari ruangan, sementara ada tamu lain yang tetap diperbolehkan berada di ruang pelayanan.

“Kami datang ke sini untuk wawancara terkait eksekusi lahan, sesuai arahan saat di lokasi. Namun, ketika kami menunggu di ruang pelayanan, malah disuruh keluar karena alasan sterilisasi. Ironisnya, ada tamu lain yang tetap berada di ruangan tersebut. Kenapa hanya kami yang diminta keluar?” keluhnya .

Sementara itu, Wakil Ketua PN Cibadak, Maruli Tumpal Sirait, mengklarifikasi terkait insiden tersebut. Ia memastikan bahwa pelayanan di ruang PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) tetap berjalan meski dalam jam istirahat.

“Diluar ruang PTSP, karena jam istirahat, kenapa harus diluar? Saya rasa karena jam istirahat tidak ada orang. Nah ketika tidak ada orang, banyak yang kita khawatirkan dalam sagala hal,” tuturnya.

“Tapi klo sampai ada pelayanan terganggu, pelayan yang lambat, pelayan yang tidak memenuhi SOP, saya pastikan bapa sampaikan ke saya, saya akan berikan tanda sayang ke mereka – mereka (yang jaga di PTSP),” tambahnya.

Namun, ia mengakui bahwa tindakan meminta wartawan keluar ruangan mungkin disebabkan kesalahpahaman dari petugas.

“Jadi, Klo itu saya minta maaf, mungkin ketidak mengertian mereka,” ujar Maruli.

Saat ditanya apakah aturan sterilisasi selama jam istirahat termasuk dalam SOP resmi, Maruli membantahnya. Ia menyebut bahwa insiden tersebut lebih pada ketidaktahuan petugas tentang pentingnya hubungan antara pengadilan dan media.

“Sebenernya engga. Artinya gini, kenapa steril? karena itu ruang pelayanan. Jadi mohon maaf, klo memang di sterilkan anti dengan eksiten kepada wartawan, tunjuk orangnya saya suruh hormat tiang bendera. Saya pastikan engga seperti itu,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Apes! Tabrak Tembok Masjid, Pelaku Curanmor Babak Belur Dihajar Massa di Nagrak
Pedagang Sayur Tewas Terlindas KA Pangrango di Perlintasan Tanpa Palang Pintu
Dua Warga Nagrak Korban Pembacokan Masih Dirawat di Rumah Sakit
Truk Hino Tabrak 4 Kendaraan di Cibadak, Sempat Mundur dan Hantam Mobil di Belakang
Dua Pemotor Tertabrak Kereta Pangrango di Benteng Sukabumi Meninggal Dunia, Ini Identitasnya!
Dua Pemotor Wanita Tertabrak Kereta di Benteng Sukabumi hingga Kritis
Bikin Resah, Monyet Mulai Turun ke Pemukiman Warga di Parakansalak
Truk Bermuatan Gantungan Baju Terbakar di Pamuruyan, Asap Hitam Picu Kepanikan

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:55 WIB

Apes! Tabrak Tembok Masjid, Pelaku Curanmor Babak Belur Dihajar Massa di Nagrak

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:22 WIB

Pedagang Sayur Tewas Terlindas KA Pangrango di Perlintasan Tanpa Palang Pintu

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:15 WIB

Dua Warga Nagrak Korban Pembacokan Masih Dirawat di Rumah Sakit

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:46 WIB

Truk Hino Tabrak 4 Kendaraan di Cibadak, Sempat Mundur dan Hantam Mobil di Belakang

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:49 WIB

Dua Pemotor Tertabrak Kereta Pangrango di Benteng Sukabumi Meninggal Dunia, Ini Identitasnya!

Berita Terbaru

Pendidikan

SPMB SMP Tahap I Telah Dibuka, Kadisdik Sukabumi Imbau Hal Ini!

Rabu, 17 Jun 2026 - 11:16 WIB