Ironis! Dugaan Makan Bergizi Tanpa Ahli Gizi Terjadi di Palabuhanratu

Jumat, 24 April 2026 - 14:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Program makan bergizi yang seharusnya menjadi solusi peningkatan kesehatan masyarakat justru menuai sorotan. Di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) diduga beroperasi tanpa melibatkan ahli gizi.

Salah seorang Pengamat, Junaedi menyebut secara petunjuk teknis (juknis), keberadaan ahli gizi bukan sekadar pelengkap, melainkan syarat utama dalam operasional dapur program gizi. Tanpa tenaga profesional tersebut, kualitas makanan yang disajikan tidak memiliki jaminan, baik dari sisi kecukupan gizi maupun keamanan pangan.

“Kondisi ini memunculkan pertanyaan mendasar: apakah program ini benar-benar dijalankan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, atau hanya sebatas menggugurkan kewajiban distribusi makanan?,” ucap Junaedi, Jumat (24/4/2026).

Menurutnya, Ahli gizi memiliki peran krusial dalam seluruh tahapan program. Mereka tidak hanya menyusun menu, tetapi juga memastikan bahan makanan aman dikonsumsi, mengawasi proses pengolahan, hingga mengevaluasi dampak konsumsi terhadap penerima manfaat. Tanpa pengawasan tersebut, risiko yang muncul tidak bisa dianggap sepele.

“Mulai dari ketidakseimbangan nutrisi, potensi kontaminasi makanan, hingga tidak tepatnya sasaran program, semuanya menjadi ancaman nyata. Dalam jangka panjang, kondisi ini justru bisa bertolak belakang dengan tujuan awal program,” jelasnya.

Lebih jauh, dugaan ini juga mencerminkan lemahnya pengawasan dalam implementasi di lapangan. Program berbasis gizi semestinya dijalankan dengan standar ketat dan pengendalian yang jelas. Jika komponen utama seperti ahli gizi diabaikan, maka integritas program patut dipertanyakan.

“Namun kritik ini bukan untuk menjatuhkan, melainkan sebagai dorongan perbaikan,” tuturnya.

Program makan bergizi tetap menjadi langkah penting dan strategis, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan. Hanya saja, pelaksanaannya harus sesuai dengan standar yang telah ditetapkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan.

Saat ini, dapur SPPG yang tidak memenuhi ketentuan, termasuk tidak melibatkan ahli gizi, berpotensi dikenai sanksi berupa penghentian sementara (suspend) hingga penutupan operasional. Hal ini menjadi peringatan bahwa kualitas tidak boleh dikompromikan.

Diperlukan langkah cepat dari pihak terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Transparansi, pengawasan ketat, serta pelibatan tenaga profesional harus menjadi prioritas utama.

“Karena pada akhirnya, program makan bergizi bukan hanya soal menyediakan makanan, tetapi memastikan setiap sajian benar-benar memberikan manfaat kesehatan bagi masyarakat. Tanpa itu, program yang baik di atas kertas bisa kehilangan makna di lapangan,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Temuan Pelanggaran K3 di Proyek Jalan Gudang, Pengawasan Dipertanyakan
PMII: Wali Kota Sukabumi Lebih Pilih Diwakilkan daripada Berdialog Langsung
Kontraktor Jalan Gudang Minta Maaf, Janji Percepat Pengerjaan Usai Keluhan Omzet Toko Menurun
Inspektorat Tinjau Proyek Jalan Gudang, Temukan Kekurangan pada Pengukuran Pekerjaan
Dampak Pembangunan Jalan Gudang di Kota Sukabumi, Sejumlah Toko Sepi dan Omzet Turun
Pasca Konser TerAmbyar Fest, Stadion Surya Kencana Sukabumi Rusak dan Dipenuhi Lumpur
Anggaran Rp12,6 Miliar Jembatan Cibeureum Disorot, DPRD Kota Sukabumi Minta Dibahas Ulang
Banjir Luapan Sungai Rendam 20 Rumah di Cibadak

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 14:12 WIB

Ironis! Dugaan Makan Bergizi Tanpa Ahli Gizi Terjadi di Palabuhanratu

Jumat, 24 April 2026 - 10:42 WIB

Temuan Pelanggaran K3 di Proyek Jalan Gudang, Pengawasan Dipertanyakan

Kamis, 23 April 2026 - 18:56 WIB

Kontraktor Jalan Gudang Minta Maaf, Janji Percepat Pengerjaan Usai Keluhan Omzet Toko Menurun

Rabu, 22 April 2026 - 15:15 WIB

Inspektorat Tinjau Proyek Jalan Gudang, Temukan Kekurangan pada Pengukuran Pekerjaan

Rabu, 22 April 2026 - 11:06 WIB

Dampak Pembangunan Jalan Gudang di Kota Sukabumi, Sejumlah Toko Sepi dan Omzet Turun

Berita Terbaru

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777