Sekda Sebut 30 Kecamatan Terdampak Cuaca Ekstrem di Sukabumi

Kamis, 5 Desember 2024 - 11:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Bencana akibat cuaca ekstrem melanda Kabupaten Sukabumi, berdampak pada 30 dari total 47 kecamatan di wilayah ini.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, menyebutkan bahwa berbagai bencana seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang telah menyebabkan kerugian besar, termasuk korban jiwa.

“Data terakhir yang saya evaluasi pada pukul 00.00, ada 30 kecamatan terdampak. Bencana tanah longsor tercatat sebanyak 63 titik, banjir 30 titik, angin kencang 15 titik, serta pergerakan tanah 16 titik,” ungkap Ade, Kamis (5/12/2024).

Bencana ini mengakibatkan 167 kepala keluarga (KK) atau 437 jiwa terdampak langsung, dengan 92 KK (238 jiwa) terpaksa mengungsi. Wilayah Kecamatan Cikembar menjadi salah satu yang paling parah terdampak.

“Selain itu, ada 140 KK (230 jiwa) yang terancam, satu orang meninggal dunia, dan dua orang lainnya masih dalam pencarian,” ujar Ade.

Sebagian besar kecamatan terdampak berada di wilayah selatan Sukabumi, seperti Cikembar, Palabuhanratu, Nyalindung, Pabuaran, Cidolog, Sagaranten, dan Ciemas.

Ade menjelaskan bahwa intensitas hujan yang terus-menerus selama dua hari menjadi penyebab utama bencana besar ini.

“Hujan deras yang tidak berhenti selama dua hari menyebabkan banjir dan longsor yang meluas. Wilayah utara juga terdampak, tetapi skalanya lebih kecil dibandingkan wilayah selatan,” jelasnya.

Ade melaporkan bahwa sebagian besar sungai yang meluap sudah mulai surut, termasuk Sungai Cikaso di Sagaranten dan Sungai di Palabuhanratu. Posko bantuan utama tingkat kabupaten akan dipusatkan di Palabuhanratu, sementara posko lapangan telah didirikan di setiap kecamatan terdampak.

“Kami terus memantau perkembangan di lapangan. Saya sudah berkoordinasi dengan PSDA Provinsi untuk menangani sungai-sungai yang dangkal agar tidak menimbulkan bencana yang lebih besar ke depannya,” katanya.

Ade menekankan pentingnya langkah pencegahan jangka panjang, seperti pengerukan sungai dan penguatan infrastruktur penahan bencana, untuk mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang.

“Ini sangat berat, banjir kali ini benar-benar tinggi. Kita perlu mengambil tindakan agar sungai-sungai yang dangkal bisa segera diatasi,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Jeruji Sel Dijebol, Tahanan Polsek Lengkong Kabur dan Lukai Polisi Saat Dikejar
Pengembang Perum Pratama Residence Cijulang Kembali Didemo, Warga: Stop Janji Busuk! 
Truk Wingbox Terguling Usai Hantam Mobil Listrik BYD di Exit Tol Parungkuda
Truk Terguling, Akses Nasional Sukabumi-Banten Tutup Total
Kawal Kelanjutan Program MBG, Seniman HG Sukabumi Ikut Aksi Damai dan Istighosah di Lapang Merdeka
Pesisir Sukabumi Bersuara, HNSI Minta Aturan Benur Tak Lagi Membingungkan Nelayan
Nahas! Pemuda Asal Cikidang Tewas Tenggelam di Curug Tiga Kabandungan
Warga Geruduk Pengembang Perumahan di Nagrak, Tuntut Janji yang Tak Kunjung Ditepati

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:12 WIB

Jeruji Sel Dijebol, Tahanan Polsek Lengkong Kabur dan Lukai Polisi Saat Dikejar

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:19 WIB

Truk Wingbox Terguling Usai Hantam Mobil Listrik BYD di Exit Tol Parungkuda

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:11 WIB

Truk Terguling, Akses Nasional Sukabumi-Banten Tutup Total

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:25 WIB

Kawal Kelanjutan Program MBG, Seniman HG Sukabumi Ikut Aksi Damai dan Istighosah di Lapang Merdeka

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:19 WIB

Pesisir Sukabumi Bersuara, HNSI Minta Aturan Benur Tak Lagi Membingungkan Nelayan

Berita Terbaru