20 Tahun Tanpa Obat, Pelaku Pembacokan di Gunungguruh Positif Gangguan Jiwa Berat!

Rabu, 8 April 2026 - 13:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Misteri di balik aksi pembacokan brutal yang menimpa warga di Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, akhirnya terjawab. Pihak RSUD R. Syamsudin, SH Kota Sukabumi memastikan pelaku penyerangan tersebut mengidap gangguan kejiwaan berat.

Kondisi tersebut ternyata bukan hal baru. Fakta memilukan terungkap bahwa gangguan mental yang diderita pelaku sudah berlangsung selama lebih dari dua dekade atau 20 tahun lamanya tanpa penanganan medis.

“Jadi kondisi ini disebut telah berlangsung selama lebih dari dua dekade tanpa penanganan medis yang layak,” ujar Humas RSUD R. Syamsudin SH, Irfan Nugraha, kepada awak media.

Diborgol dan Dikawal Ketat Polisi

Pantauan di lapangan, pelaku tiba di rumah sakit milik Pemkot Sukabumi tersebut dengan pengawalan ekstra ketat dari aparat kepolisian dan didampingi pihak keluarga. Mengingat riwayatnya yang agresif dan sempat melukai warga, tangan pelaku terpaksa dalam kondisi diborgol.

“Pasien diantar dalam kondisi tangan diborgol karena ada riwayat melukai warga sekitar,” ungkap Irfan.

Terdeteksi Halusinasi Kronis

Berdasarkan pengakuan pihak keluarga kepada tim medis, perilaku menyimpang pelaku sudah muncul sejak 20 tahun lalu. Namun sayangnya, selama itu pula pelaku tidak pernah mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan.

“Keluarga mengakui sudah sejak lama, lebih dari 20 tahun, namun memang selama ini tidak pernah dibawa berobat ke fasilitas kesehatan,” tegasnya.

Setelah menjalani pemeriksaan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD), mulai dari anamnesis hingga uji laboratorium, tim medis menemukan adanya indikasi kuat halusinasi kronis yang diderita pelaku.

Atas dasar tingkat risiko dan kondisi psikologisnya yang tidak stabil, dokter spesialis kedokteran jiwa (SpKJ) merekomendasikan agar pelaku segera menjalani perawatan intensif di ruang isolasi kejiwaan.

Reporter: Rizqi Taufiq | Redaktur: Ujang Herlan 

Berita Terkait

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput
17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:53 WIB

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:30 WIB

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan

Berita Terbaru