JURNALSUKABUMI.COM – Aktivitas kendaraan berat pengangkut tanah untuk proyek Jalan Tol Bocimi Seksi 3 di wilayah Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, kian meresahkan.
Pasca libur Lebaran, polusi debu di sepanjang Jalan Nasional Sukabumi-Bogor dilaporkan semakin pekat dan membahayakan kesehatan serta keselamatan para pengguna jalan yang melintas.
“Pasca Lebaran ini debunya luar biasa pekat sampai masuk ke dalam rumah dan toko. Kalau panas begini, jarak pandang terganggu, apalagi buat pemotor. Kalau hujan sedikit saja, jalan jadi licin karena tanah yang tercecer itu berubah jadi lumpur,” ujar Wahyudi (53), salah seorang warga setempat saat ditemui di lokasi, Senin (13/4/2026).
Senada dengan Wahyudi, warga lainnya yakni Rudi Codet (45) menegaskan bahwa situasi ini semakin tidak terkendali sejak operasional proyek kembali normal. Ia menuntut tindakan nyata dari pihak pengembang agar tidak hanya mengejar target pembangunan namun mengabaikan dampak lingkungan.
“Kami minta solusi konkret. Tolong lakukan penyiraman jalan secara rutin pakai tangki air, jangan dibiarkan kering begini. Pihak proyek juga harus pastikan ban truk itu dibersihkan dulu sebelum keluar ke jalan nasional supaya tanah tidak berceceran di mana-mana,” tegas Rudi.
Masyarakat berharap pihak pelaksana proyek segera merespons keluhan ini dengan menempatkan petugas pembersih dan meningkatkan frekuensi penyiraman jalur terdampak.
Jika pembiaran terus berlanjut, warga khawatir risiko kecelakaan dan gangguan pernapasan kronis akan mengancam masyarakat di sepanjang jalur sibuk tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di kawasan Karangtengah masih kerap terganggu oleh kabut debu pekat dari mobilitas alat berat proyek strategis nasional tersebut.
Redaktur: Ujang Herlan












