Polusi Debu Proyek Tol Bocimi Seksi 3 Menghantui Warga Karangtengah Sukabumi

Senin, 13 April 2026 - 17:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Aktivitas kendaraan berat pengangkut tanah untuk proyek Jalan Tol Bocimi Seksi 3 di wilayah Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, kian meresahkan.

Pasca libur Lebaran, polusi debu di sepanjang Jalan Nasional Sukabumi-Bogor dilaporkan semakin pekat dan membahayakan kesehatan serta keselamatan para pengguna jalan yang melintas.

“Pasca Lebaran ini debunya luar biasa pekat sampai masuk ke dalam rumah dan toko. Kalau panas begini, jarak pandang terganggu, apalagi buat pemotor. Kalau hujan sedikit saja, jalan jadi licin karena tanah yang tercecer itu berubah jadi lumpur,” ujar Wahyudi (53), salah seorang warga setempat saat ditemui di lokasi, Senin (13/4/2026).

Senada dengan Wahyudi, warga lainnya yakni Rudi Codet (45) menegaskan bahwa situasi ini semakin tidak terkendali sejak operasional proyek kembali normal. Ia menuntut tindakan nyata dari pihak pengembang agar tidak hanya mengejar target pembangunan namun mengabaikan dampak lingkungan.

“Kami minta solusi konkret. Tolong lakukan penyiraman jalan secara rutin pakai tangki air, jangan dibiarkan kering begini. Pihak proyek juga harus pastikan ban truk itu dibersihkan dulu sebelum keluar ke jalan nasional supaya tanah tidak berceceran di mana-mana,” tegas Rudi.

Masyarakat berharap pihak pelaksana proyek segera merespons keluhan ini dengan menempatkan petugas pembersih dan meningkatkan frekuensi penyiraman jalur terdampak.

Jika pembiaran terus berlanjut, warga khawatir risiko kecelakaan dan gangguan pernapasan kronis akan mengancam masyarakat di sepanjang jalur sibuk tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di kawasan Karangtengah masih kerap terganggu oleh kabut debu pekat dari mobilitas alat berat proyek strategis nasional tersebut.

Redaktur: Ujang Herlan 

Berita Terkait

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput
17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:53 WIB

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:30 WIB

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08 WIB

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup

Berita Terbaru