Tuntut Transparansi, Puluhan Warga Desa Cipetir Minta Kades Mundur dari Jabatan!

Senin, 18 November 2024 - 23:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Tuntut transparansi penggunaan dana desa, puluhan warga Desa Cipetir, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi gelar aksi unjuk rasa depan kantor desa, Senin (18/11/2024).

Hal ini dilakukan warga karena telah beberapa kali tak digubris mengenai Rencana Anggaran Belanja (RAB) rabat beton jalan dengan ketinggian beton 15 cm yang diinginkan ditujukan ke warga.

Warga yang tak diindahkan mengenai transparansi anggaran akhirnya menggelar unjuk rasa dan menuntut Kepala Desa (Kades) Cipetir mengundurkan diri.

Tokoh masyarakat Desa Cipetir, Umar (50) menyebutkan bahwa tidak ada keterbukaan ini membuat kemarahan warga. Karena warga sendiri yang melakukan pengukuran terhadap ketebalan rambat beton jalan yang di bangun, dimana seharusnya 15 cm, faktanya hanya 8 cm.

“Kita ingin keterbukaan, terutama mengenai anggaran dari pemerintah pusat. Itu kan anggarannya besar yah pak, hampir Rp 2 miliar lebih,” kata Umar.

Dirinya melihat anggaran yang dikeluarkan baru tiga kali rehab jalan yang dilakukan oleh Kades dalam penggunaan anggaran tersebut.

“Ini udah tahap ketiga rehab jalan, yang seharusnya ketebalan 15 cm, ini kita ukur sendiri hanya 8 cm,” jelasnya.

Untuk hal tersebut, dirinya mewakili warga Desa Cipetir membuat petisi ketidak setujuan dan ketidakpuasan masyarakat terhadap kepemimpinan Kades yang menjabat.

“Saya telah memegang petisi dari kekecewaan masyarakat mengenai ketidak puasan dan ketidak setujuan atas kepemimpinan saudara Dodi Wijaya sebagai Kepala Desa,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Cipetir, Dodi Wijaya membenarkan bahwa sudah dua kali audiensi warga meminta untuk membeberkan anggaran dana desa.

Dirinya pun telah memfasilitasi hal tersebut dan telah menjelaskan bahwa nantinya akan ada evaluasi yang dilakukan oleh Inspektorat, baru menempuh proses baik ganti rugi maupun pidana.

“Alasan dasar dan hak kami tentang evaluasi di saat nanti ada, misalnya ditetapkan ataupun kekurangan, ya manusiawi. Tapi yang menjadi alasan dasar hukumnya kan harus jelas,” jelasnya.

Dirinya mengaku telah menempuh seluruh prosedur penggunaan dana untuk pembangunan desa. Saat ditanya mengenai jalan rabat beton yang dipermasalahkan warga dirinya mengakui bahwa hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) yang dilakukan ketebalannya adalah 15 cm.

“Ya itu harus diperjelas juga karena mungkin medan jalannya itu kan variatif. Angka terendah itu memang 8 cm, tapi kan ada yang 17 cm, 15 cm dan 10 cm,” tutupnya.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Kejari Sukabumi Terima Pelimpahan Kasus Kematian Nizam, Ayah Kandung Jadi Tersangka
Pengembang Perum Pratama Residence Cijulang Kembali Didemo, Warga: Stop Janji Busuk! 
Truk Wingbox Terguling Usai Hantam Mobil Listrik BYD di Exit Tol Parungkuda
Nusa Putra Tembus Ranking Dunia, Masuk Kampus Terbaik Jawa Barat dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026
Ratusan Prajurit Yon Armed 13 Nanggala Berangkat ke Perbatasan, Bupati: Kami Bangga dan Mendoakan
Peduli MBG, Ribuan Warga Sukabumi Gelar Doa Bersama
Nahas! Pemuda Asal Cikidang Tewas Tenggelam di Curug Tiga Kabandungan
Warga Geruduk Pengembang Perumahan di Nagrak, Tuntut Janji yang Tak Kunjung Ditepati

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:56 WIB

Kejari Sukabumi Terima Pelimpahan Kasus Kematian Nizam, Ayah Kandung Jadi Tersangka

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:19 WIB

Pengembang Perum Pratama Residence Cijulang Kembali Didemo, Warga: Stop Janji Busuk! 

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:19 WIB

Truk Wingbox Terguling Usai Hantam Mobil Listrik BYD di Exit Tol Parungkuda

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:16 WIB

Ratusan Prajurit Yon Armed 13 Nanggala Berangkat ke Perbatasan, Bupati: Kami Bangga dan Mendoakan

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:58 WIB

Peduli MBG, Ribuan Warga Sukabumi Gelar Doa Bersama

Berita Terbaru

PERISTIWA

Truk Terguling, Akses Nasional Sukabumi-Banten Tutup Total

Kamis, 25 Jun 2026 - 10:11 WIB