LSM Gapura Desak Kejari Periksa Proyek Air Minum ‘Bobrok’ di Caringin

Minggu, 19 April 2026 - 13:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Proyek Pembangunan DAK Air Minum tahun 2025 di Desa Cikembang, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, menuai polemik panas. Proyek bernilai fantastis sebesar Rp577.761.000 yang dikerjakan PT. Raka Konstruksindo Raya itu dituding gagal fungsi dan hanya menjadi ajang “hambur-hambur” uang negara.

Kondisi lapangan yang memprihatinkan ini memantik reaksi keras dari Ketua LSM Gapura, Hakim Adonara. Kepada awak media, aktivis vokal ini mendesak Korps Adhyaksa untuk tidak tinggal diam melihat realisasi anggaran yang tidak berbanding lurus dengan kualitas pekerjaan di lapangan.

“Kami dari LSM Gapura mendesak Kejari Kabupaten Sukabumi segera turun tangan. Anggaran setengah miliar lebih ini uang rakyat, jangan sampai jadi ‘bangkai’ hanya karena pengerjaan yang asal-asalan. Harus diperiksa secara transparan, apakah ada indikasi kelalaian atau dugaan penyelewengan dalam proyek ini,” tegas Hakim Adonara, Minggu (19/4/2026).

Baca juga: https://jurnalsukabumi.com/2026/04/17/proyek-dak-air-minum-setengah-miliar-di-caringin-bobrok-disperkim-kecolongan/

Warga ‘Urunan’ Tenaga Perbaiki Pipa Bocor

Nestapa akibat proyek yang diduga dikerjakan asal-asalan ini dirasakan langsung oleh warga. Ketua RT 18/06, Endang, mengaku geram karena manfaat air bersih yang dijanjikan tak kunjung dirasakan maksimal oleh warganya.

“Miris sekali! Anggaran sebesar itu kok hasilnya cuma begini? Sampai sekarang manfaatnya belum dirasakan penuh oleh masyarakat,” ungkap Endang dengan nada tinggi.

Padahal, proyek dari Disperkim Kabupaten Sukabumi ini ditargetkan menyasar 60 Kepala Keluarga (KK). Namun faktanya, baru sekitar 20 KK yang teraliri, itu pun dengan kondisi infrastruktur yang sangat ringkih.

“Belum lama dikerjakan sudah bocor di 8 titik. Sempat diperbaiki kontraktor, tapi tiga hari kemudian jebol lagi. Akhirnya kemarin kami warga terpaksa perbaiki mandiri secara swadaya, tapi ya hasilnya seadanya saja Kang,” keluhnya.

Hingga berita ini diterbitkan, tim redaksi masih berupaya meminta konfirmasi resmi dari pihak PT. Raka Konstruksindo Raya maupun pihak Disperkim Kabupaten Sukabumi terkait carut-marutnya proyek air minum tersebut. Termasuk sikap dari Kejari Kabupaten Sukabumi.

Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

SMSI-RRI Bersatu Lawan Hoaks, Perkuat Kompetensi dan Informasi Pembangunan
Truk Box Bermuatan Pupuk Terguling di Palabuhanratu, Sopir Terjepit
Pengemudi Toyota Rush Penabrak Lima Pejalan Kaki di Parungkuda Diamankan Polisi
Asep Japar Sah Nahkodai DPD Golkar Kabupaten Sukabumi 2025–2030
Pria Tertemper KA Pangrango di Parungkuda Alami Luka di Kepala
Dulu Susah Air, Kini 60 KK dan Siswa SDN Cikole Nikmati Manfaat Sumur Bor TMMD
Pesan Prabowo di Rakornas TPAKD 2026, Bupati Sukabumi Ikuti Penguatan Akses Keuangan
Hari Santri 2026, Bupati Sukabumi Dorong Santri Kuasai Teknologi Tanpa Kehilangan Tradisi Pesantren

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 00:07 WIB

SMSI-RRI Bersatu Lawan Hoaks, Perkuat Kompetensi dan Informasi Pembangunan

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Truk Box Bermuatan Pupuk Terguling di Palabuhanratu, Sopir Terjepit

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Pengemudi Toyota Rush Penabrak Lima Pejalan Kaki di Parungkuda Diamankan Polisi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:25 WIB

Asep Japar Sah Nahkodai DPD Golkar Kabupaten Sukabumi 2025–2030

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Pria Tertemper KA Pangrango di Parungkuda Alami Luka di Kepala

Berita Terbaru