JURNALSUKABUMI.COM – Gelombang tinggi yang melanda Pantai Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, telah menghancurkan sejumlah warung di kawasan wisata. Warga, pengunjung, dan nelayan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.
Maman (70), warga Palabuhanratu, menyaksikan langsung gelombang pasang yang mulai terjadi sejak Rabu sore, 16 Oktober 2024.
“Sekitar enam sampai tujuh warung terseret ombak. Air laut bahkan naik sampai ke jalan,” kata Maman, Jumat (18/10/2024).
Menurutnya, fenomena gelombang besar ini bisa berlangsung hingga tiga hari, merusak infrastruktur di sepanjang pesisir.
Kasatpolairud Polres Sukabumi, AKP Tenda Sukendar, menegaskan bahwa gelombang dengan ketinggian 3 hingga 5 meter telah melanda kawasan ini sejak awal Oktober. Pihaknya terus mengingatkan nelayan agar berhati-hati, bahkan sebaiknya tidak melaut saat cuaca buruk.
“Kami aktif memberikan edukasi kepada para nelayan melalui radio dan kunjungan langsung ke kampung nelayan. Langkah ini penting untuk meminimalisir kecelakaan laut,” ujar Tenda.
Selain itu, pihak kepolisian juga memperingatkan masyarakat yang tinggal di sekitar pesisir untuk siap menghadapi potensi bencana alam selama musim gelombang tinggi.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












