Gelombang Tinggi Rusak Warung dan Ancam Nelayan di Palabuhanratu

Jumat, 18 Oktober 2024 - 13:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Gelombang tinggi yang melanda Pantai Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, telah menghancurkan sejumlah warung di kawasan wisata. Warga, pengunjung, dan nelayan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.

Maman (70), warga Palabuhanratu, menyaksikan langsung gelombang pasang yang mulai terjadi sejak Rabu sore, 16 Oktober 2024.

“Sekitar enam sampai tujuh warung terseret ombak. Air laut bahkan naik sampai ke jalan,” kata Maman, Jumat (18/10/2024).

Menurutnya, fenomena gelombang besar ini bisa berlangsung hingga tiga hari, merusak infrastruktur di sepanjang pesisir.

Kasatpolairud Polres Sukabumi, AKP Tenda Sukendar, menegaskan bahwa gelombang dengan ketinggian 3 hingga 5 meter telah melanda kawasan ini sejak awal Oktober. Pihaknya terus mengingatkan nelayan agar berhati-hati, bahkan sebaiknya tidak melaut saat cuaca buruk.

“Kami aktif memberikan edukasi kepada para nelayan melalui radio dan kunjungan langsung ke kampung nelayan. Langkah ini penting untuk meminimalisir kecelakaan laut,” ujar Tenda.

Selain itu, pihak kepolisian juga memperingatkan masyarakat yang tinggal di sekitar pesisir untuk siap menghadapi potensi bencana alam selama musim gelombang tinggi.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Tinjau Lokasi Banjir, Bupati Sukabumi Semprot Langsung Area Puskesmas Palabuhanratu
Ruas Loji-Geopark Tertutup Banjir dan Tiang Roboh, Akses Lalu Lintas Terganggu
Debit Sungai Melonjak Jelang Petang, Petugas Sisir Titik Rawan Banjir
Air Sungai Naik Drastis, Sejumlah Kampung di Palabuhanratu Terendam
DLH Sukabumi Beberkan Fakta Lingkungan, Dua Kecamatan Mulai Krisis Air
Nelayan Sukabumi Tercekik BBM, Dinas Perikanan Soroti Solar Subsidi yang Menyusut
BBM Industri Langka, Nelayan Palabuhanratu Sukabumi Menjerit
Heboh Penemuan Mayat di Kabandungan Ternyata Hoaks, Polisi Berhasil Selamatkan Seorang Wanita

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 00:01 WIB

Ruas Loji-Geopark Tertutup Banjir dan Tiang Roboh, Akses Lalu Lintas Terganggu

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:07 WIB

Debit Sungai Melonjak Jelang Petang, Petugas Sisir Titik Rawan Banjir

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:05 WIB

Air Sungai Naik Drastis, Sejumlah Kampung di Palabuhanratu Terendam

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:20 WIB

DLH Sukabumi Beberkan Fakta Lingkungan, Dua Kecamatan Mulai Krisis Air

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:15 WIB

Nelayan Sukabumi Tercekik BBM, Dinas Perikanan Soroti Solar Subsidi yang Menyusut

Berita Terbaru