Sepi Pengunjung Usai Kasus Pembunuhan, THM di Pantai Citepus Terpuruk

Kamis, 10 Oktober 2024 - 13:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Tempat Hiburan Malam (THM) dan kafe di kawasan Pantai Wisata Citepus, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, mengalami penurunan drastis dalam jumlah pengunjung setelah terjadinya kasus pembunuhan di salah satu warung beberapa waktu lalu.

Banen, salah seorang pemilik kafe di kawasan Pantai Wisata Citepus, mengungkapkan bahwa tempat yang biasanya ramai oleh wisatawan, khususnya pada malam hari, kini hampir sepi. Para pengunjung yang biasanya datang untuk bersantai, ngopi, makan, atau karaoke, semakin jarang terlihat.

“Setelah kasus pembunuhan terungkap, pengunjung yang datang ke THM maupun kafe di Citepus berkurang drastis. Bahkan, di akhir pekan yang biasanya penuh, sekarang hanya beberapa orang yang datang dan mereka pun tidak lama,” kata Banen, Kamis (10/10/24).

Kasus pembunuhan yang melibatkan seorang pemuda, Diki Jaya (22), warga Kampung Cibolang Baru, Desa Citepus, yang ditemukan tewas di semak-semak jurang pinggir Jalan Raya Sukabumi-Banten pada 29 September lalu, menjadi pemicu utama penurunan jumlah pengunjung.

Pembunuhan tersebut terungkap dilakukan di salah satu warung di Pantai Wisata Citepus, dan pelakunya merupakan pemilik warung tersebut.

Banen menambahkan bahwa suasana kawasan ini semakin mencekam setelah pihak kepolisian memasang garis polisi di sekitar TKP pembunuhan. Hal ini, ditambah dengan beredarnya cerita mistis dari mulut ke mulut, memperparah situasi dan membuat wisatawan enggan berkunjung.

“Saat ini, banyak yang percaya ada kejadian mistis di sini, ditambah dengan suasana remang-remang, makin membuat orang takut datang,” ucapnya.

Supriadi, salah satu pengunjung Pantai Wisata Citepus, mengaku merasa tidak nyaman ketika berada di kawasan tersebut. Meski tidak terlalu percaya dengan cerita-cerita mistis, suasana yang mencekam membuatnya cepat-cepat pergi setelah membeli makanan dan kopi.

“Saya langsung pindah ke tempat lain, suasananya memang kurang nyaman, apalagi masih ada garis polisi di sekitar warung tempat pembunuhan itu,” tambahnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Dinas Pertanian Buka Suara Soal Dugaan Pupuk NPK Zonk, Siap Libatkan Provinsi untuk Uji Mutu
Viral Dugaan Pemerkosaan Anak di Parungkuda, Terduga Pelaku Sempat Diamuk Massa
Lacak Jejak Macan Tutul, 80 Kamera Trap Disebar di Hutan Cikepuh Sukabumi
Rumah Panggung di Kalibunder Ludes Terbakar, Motor dan Hand Traktor Ikut Hangus
Mahar Belum Terbayar, Nyawa Sudah Melayang: Tragedi Karyawan Minimarket di Jampangkulon
15 Orang Terjebak di Sulbar, Disnakertrans Sukabumi dan Relawan KDM Siapkan Pemulangan
Sempat Lumpuh Akibat Longsor, Arah Ibu Kota via Tol Bocimi Kembali Dibuka
KM 72 Ambrol, Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi Berhenti Total Arah Ibu Kota

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 18:25 WIB

Dinas Pertanian Buka Suara Soal Dugaan Pupuk NPK Zonk, Siap Libatkan Provinsi untuk Uji Mutu

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:55 WIB

Viral Dugaan Pemerkosaan Anak di Parungkuda, Terduga Pelaku Sempat Diamuk Massa

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:37 WIB

Lacak Jejak Macan Tutul, 80 Kamera Trap Disebar di Hutan Cikepuh Sukabumi

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:37 WIB

Rumah Panggung di Kalibunder Ludes Terbakar, Motor dan Hand Traktor Ikut Hangus

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:39 WIB

Mahar Belum Terbayar, Nyawa Sudah Melayang: Tragedi Karyawan Minimarket di Jampangkulon

Berita Terbaru

RAGAM

DPPKB: Kampung KB Desa Kalibunder Jadi Pusat Perubahan

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:44 WIB