JURNALSUKABUMI.COM – Jagat maya dihebohkan dengan sebuah postingan aksi pengeroyokan di jalan raya pusat Kota Sukabumi. Informasi dihimpun, peristiwa itu terjadi di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Cikole Kota Sukabumi.
Insiden dugaan pengeroyokan itu terjadi pada Sabtu (13/07/2024) malam. Salah satu warga yang menyaksikan berinisial PI (33) mengatakan, saat itu kondisi pertokoan di sepanjang Jalan Ahmad Yani sudah tutup.
Dia menuturkan, mulanya sekelompok pemuda nongkrong di dekat Gang Lipur, Jalan Ahmad Yani, Kota Sukabumi. Beberapa saat kemudian bergeser nongkrong di depan rumah makan Alam Sunda.
“Orang-orang itu keluar dari Gang Lipur. Udah keluar dari Gang Lipur dia jalan sini duduk di Alam Sunda. Ada 4-5 (orang) lah. Ya ngobrol ga tahu ngobrolin apa,” kata PI, Minggu (14/07/2024).
“Masih bercanda-becanda ngobrol-ngobrol malahan ketawa biasa aja nah udah lama-lama gitu pindah ke sana ke parkiran Super Mall,” sambung dia.
Tak berselang lama, sekelompok pemuda itu lari mengejar seorang pria berpakaian warna hijau. Menurutnya, pria berbaju hijau itu terjatuh di depan toko Paramount lalu diseret oleh kelompok pemuda ke depan toko Erafone.
“Nah pas di situ dipukulin terus ditendang, diseret lagi ke depan toko jual beli hp. Ntah apa pemicu keributan itu saya gak tau,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, saat pengeroyokan terjadi, ada perempuan yang berteriak untuk melerai peristiwa itu. Orang-orang yang sedang nongkrong di sekitar lokasi sontak mengerumuni keributan tersebut.
“Ada dua perempuan kata dua perempuan teriak ‘jangan dipukulin, jangan dipukulin’. Tapi ga tahu siapa-siapanya ga tahu cuman dia teriak doang. Orang yang ga ikut-ikutan jadi pada ikut-ikutan pada nimbrung di situ,” jelasnya.
Beberapa saat kemudian, menurutnya dua mobil Satpol PP sempat melintas, namun keributan tersebut sempat berhenti sejenak.
“Tapi pas ada Satpol PP lewat pada diam. Itunya yang dipukulinnya digeser ke belakang ditendang-tendang. Tapi yang Satpol PP dua mobil itu cuman lewat doang,” tambahnya.
Dia mengatakan, korban mengalami luka hingga berdarah. Namun dia tidak bisa memastikan apakah korban dibacok atau tidak. Setelah itu korban dievakuasi oleh teman-temannya ke rumah sakit.
“(Korban) Dibawa sama teman-temannya. Ada yang misahin di sana banyak dari sana banyak. Abis selesai ini (pengeroyokan) pada diam dulu, terus berantem lagi di sini sama tukang ojek tapi tukang ojeknya ga kenapa-napa,” jelasnya.
Lebih lanjut, selang kurang lebih satu jam kemudian, kata dia, polisi datang ke lokasi untuk membubarkan keributan tersebut.
“Nah pas udah kejadian itu sejam lagi kemudian baru ada dibubarkan polisi, sepi aja,” timpalnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota AKP Bagus Panuntun membenarkan adanya peristiwa tersebut. Saat ini belum ada yang diamankan dan masih dalam penyelidikan. “Kejadian diketahui. Kami sedang penyelidikan dan pengumpulan barang bukti,” singkatnya.
Reporter : Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan












