Polisi Tetapkan Satu Tersangka Atas Kasus Temuan Jasad Bocah Laki-laki di Kadudampit

Kamis, 2 Mei 2024 - 16:11 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Sat Reskrim Polres Sukabumi Kota menetapkan satu orang tersangka dalam kasus penemuan jasad bocah laki-laki inisial MA (7) di wilayah Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi.

Sebelumnya jasad korban telah dilakukan ekshumasi oleh pihak dokter forensik RSUD R. Syamsudin SH, dengan hasil pemeriksaan terdapat luka di leher dan di lubang pelepasan (anus).

Kapolres Sukabumi kota AKBP Ari Setiawan Wibowo mengatakan, dari hasil pemeriksaan saksi dan penyelidikan penyebab kematian korban diakibatkan tindakan pembunuhan dan pemerkosaan.

“Dari celana yang dipelorotkan digunakan oleh pelaku untuk menjerat atau mencekik leher daripada korban dari belakang. Kemudian dipastikan korban dalam kondisi lemas kemudian pelaku melakukan aksinya yaitu tadi melakukan pelecehan seksual yang menyimpang terhadap korban dengan mohon maaf memasukkan kemaluannya ke dalam dubur korban,” ungkap Ari di Mapolres Sukabumi Kota, Kamis (02/05/2024).

Atas kasus tersebut, polisi menetapkan seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun sebagai anak berurusan dengan hukum (ABH) atau istilah pelaku bagi anak. Ari menyebut, tak hubungan keluarga antara korban dan pelaku.

Pelaku diketahui merupakan tetangga korban, aksi sadis itu dilakukan oleh pelaku sebanyak tiga kali di sebuah lahan perkebunan warga. Pihaknya memastikan penanganan kasus ini berdasarkan prosedur Undang-undang perlindungan anak, karena melibatkan pelaku anak.

“Setelah melakukan aksinya pelaku menyeret korban untuk dibuang ke tebing seperti jurang kurang lebih 2 meter dibuang di situ kemudian sendalnya itu disimpan di TKP pada saat dia melakukan aksinya setelah itu pelaku melaksanakan aktivitas seperti biasa kembali ke keluarganya,” jelasnya.

Adapun barang bukti yaitu satu potong celana training warna abu bercorak gambar warna biru kemudian satu potong celana dalam warna merah kemudian satu pasang sandal warna hitam kemudian hasil visum et repertum

“Kemudian pasal yang kita sangkakan kepada pelaku yaitu pasal 82 ayat 1 dan atau pasal 82 ayat 3 Undang-undang Republik Indonesia nomor 17 tahun 2016 tentang Perppu Republik Indonesia nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang Republik Indonesia nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan penjara minimal 6 tahun maksimal adalah 15 tahun,” terang dia.

Kemudian pasal 338 KUHPidana tentang pembunuhan dengan pidana penjara 15 tahun kemudian pasal 351 ayat 3 KUHPidana tentang penganiayaan mengakibatkan meninggal dunia dengan pidana penjara 7 tahun.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Dugaan Asusila Anak di Ujunggenteng, Polisi Tetapkan Tetangga Korban sebagai Tersangka
HUT ke-81 TNI: Rumkitban Pangrango Sukabumi Gelar Baksos Kesehatan dan Pengobatan Gratis
Uang Rp34,9 Juta Raib di Parungkuda, Diduga Digasak Pelaku Modus Gembos Ban
Dugaan Peras Poktan, Pria Ngaku KPK Jabar Terancam 9 Tahun Kurungan 
Babak Baru Kasus Kost Sukabumi, PH Supriyanto Klaim Kantongi Bukti Cukup
Kuasa Hukum Buka Suara soal Penggerebekan Kost di Sukabumi, Bantah Tuduhan Perzinahan
Diduga Peras Kelompok Tani, Pria Ngaku KPK Jabar Ditangkap Polisi
60 Motor Jadi Barang Bukti, Polres Sukabumi Bongkar 6 Kelompok Sindikat Curanmor

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 08:05 WIB

Dugaan Asusila Anak di Ujunggenteng, Polisi Tetapkan Tetangga Korban sebagai Tersangka

Senin, 28 September 2026 - 22:04 WIB

HUT ke-81 TNI: Rumkitban Pangrango Sukabumi Gelar Baksos Kesehatan dan Pengobatan Gratis

Jumat, 25 September 2026 - 18:22 WIB

Uang Rp34,9 Juta Raib di Parungkuda, Diduga Digasak Pelaku Modus Gembos Ban

Rabu, 23 September 2026 - 15:28 WIB

Dugaan Peras Poktan, Pria Ngaku KPK Jabar Terancam 9 Tahun Kurungan 

Senin, 21 September 2026 - 09:40 WIB

Babak Baru Kasus Kost Sukabumi, PH Supriyanto Klaim Kantongi Bukti Cukup

Berita Terbaru