Polisi Ekshumasi Bocah Tewas Misterius di Kadudampit 

Senin, 25 Maret 2024 - 20:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kasus penemuan jasad anak laki-laki inisial MA (7) pada Senin (18/03/2024) lalu, keluarga meminta pihak kepolisian untuk dilakukan ekshumasi atau pemeriksaan ulang, karena merasa ada kejanggalan.

Jasad MA dimakamkan di TPU Kampung Cijarian Kaler RT. 26/RW 08, Desa Cipetir, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. Ekshumasi itu dilakukan oleh Tim Forensik dari Biddokes Polda Jabar.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota AKP Bagus Panuntun mengatakan, korban sebelumnya dikabarkan hilang hingga ditemukan tewas secara misterius di kebun milik warga setempat pada Sabtu (16/03) lalu.

“Ekshumasi itu, sebenarnya pihak keluarga, terlebih lagi orangtua dari bapaknya yang cerai dengan istrinya meminta untuk dilakukan ekshumasi,” kata Bagus kepada, Senin (25/03/2024).

Bagus menjelaskan, alasan dilakukan ekshumasi ini, karena pada saat penemuan mayat, keluarga korban mulai dari paman, nenek dan ibu korban menolak dilakukan autopsi.

Namun warga setempat bersama ayah korban merasa curiga, adanya kematian yang dinilai tidak wajar, sehingga dari pihak warga kemudian orangtua mendatangi Polsek Kadudampit dan meminta kepada Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota, untuk dilakukan ekshumasi.

“Iya, jadi untuk meredam pertanyaan kecurigaan dari dugaan pembunuhan atau betul-betul meninggal karena penyakit, sehingga dibuatlah laporan dugaan pembunuhan Pasal 338,” jelasnya.

Proses ekshumasi yang dimulai sejak pukul 09.30 WIB sampai siang hari ini, dilakukan atas permintaan dan desakan warga, karena adanya kejanggalan terkait kematian anak tersebut.

“Pertama kondisi saat itu hujan lama, namun saat ditemukan kondisi baju korban, hanya lembab saja. Adanya celana terlilit di leher, ketiganya kenapa korban itu ditemukan di kebun. Padahal korban kesehariannya di rumah. Jadi, ada kejanggalan di luar kebiasaan korban yang dicurigai oleh bapak korban,” tutup Bagus.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Truk Hino Tabrak 4 Kendaraan di Cibadak, Sempat Mundur dan Hantam Mobil di Belakang
Tersandung Korupsi Rp394 Juta, Kasus Kades Neglasari Masuk Persidangan
Dua Pemotor Wanita Tertabrak Kereta di Benteng Sukabumi hingga Kritis
Menteri Agus Andrianto Apresiasi Kebun Sayur Lapas Warungkiara Jadi Bekal Kemandirian Warga Binaan 
Pemkab Sukabumi Kembali Raih Opini WTP dari BPK RI, Catat Prestasi 12 Kali Berturut-turut
Truk Bermuatan Penuh Bambu Terguling di Tanjakan Baeud Warungkiara
Pedagang Asongan Kritis Setelah Tertabrak Mobil di Exit Tol Parungkuda
Warung Milik Nenek 70 Tahun Dijarah Maling, Aksi Pelaku Terekam CCTV di Cibadak

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:17 WIB

Tersandung Korupsi Rp394 Juta, Kasus Kades Neglasari Masuk Persidangan

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:58 WIB

Dua Pemotor Wanita Tertabrak Kereta di Benteng Sukabumi hingga Kritis

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:57 WIB

Menteri Agus Andrianto Apresiasi Kebun Sayur Lapas Warungkiara Jadi Bekal Kemandirian Warga Binaan 

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:40 WIB

Pemkab Sukabumi Kembali Raih Opini WTP dari BPK RI, Catat Prestasi 12 Kali Berturut-turut

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:45 WIB

Truk Bermuatan Penuh Bambu Terguling di Tanjakan Baeud Warungkiara

Berita Terbaru

PERISTIWA

Dua Warga Nagrak Korban Pembacokan Masih Dirawat di Rumah Sakit

Jumat, 12 Jun 2026 - 11:15 WIB