JURNALSUKABUMI.COM – Siti Jenab (54), seorang janda yang tinggal bersama anak kandungnya, Teri Ramadani (34), mengalami kondisi memilukan saat tinggal di rumah semi permanen berukuran 6×7 di Kampung Pamuruyan RT. 04/009, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.
Rumah yang nyaris roboh tersebut menjadi tempat tinggal mereka, menciptakan kisah kelam dan kebingungan untuk memperbaikinya. Mak Siti menceritakan bahwa rumahnya yang reot dan nyaris roboh membuatnya mengalami kesulitan. Dia tinggal di tanah Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) selama 50 tahun bersama tiga anaknya. Namun, dua dari tiga anaknya telah pisah, meninggalkan Mak Siti dan anaknya Teri.
“Kalau hujan, kamar yang reot itu bocor dan banjir. Terpaksa saya pindah ke tengah rumah,” ujar Mak Siti kepada Jurnalsukabumi.com, Senin (15/01/2024).
Kondisi rumah yang memprihatinkan membuatnya berharap mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk memperbaikinya. Dengan suara penuh kebingungan, Mak Siti mengungkapkan kesulitannya.
“Bingung uang dari mana untuk membentulkan rumah, jangankan untuk membetulkan rumah, untuk makan sehari-hari juga saya bingung. Bantuan dari pemerintah dulu 15 tahun yang lalu ada, hanya membetulkan pinggirannya saja. Sekarang saya bingung, dua kamar nyaris roboh, dan lantai mengalami keretakan, itu dibetulkan dari mana uangnya,” keluhnya.
Mak Siti menjelaskan bahwa penghidupannya sehari-hari sangat sulit, bergantung pada warung kopi yang nyaris bangkrut. Dia berharap ada bantuan dari pemerintah terkait untuk merenovasi rumah reotnya yang nyaris roboh. Situasi ini menjadi panggilan untuk aksi kemanusiaan dan dukungan masyarakat dalam membantu keluarga ini.
Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada pemerintah setempat hingga kecamatan dan dinas sudah dilakukan. Namun, belum ada tanggapan resmi.
Reporter: Ifan | Redaktur: Ujang Herlan












