JURNALSUKABUMI.COM – SMAN 1 Kota Sukabumi, tak pernah kehabisan stok talenta-talenta muda berprestasi yang mengharumkan nama sekolah pada khususnya dan nama Kota Sukabumi pada umumnya.
Kali ini nama Irsyad Juniardo, siswa kelas yang duduk di Kelas XII menyedot perhatian dengan prestasinya yang spektakuler. Di ajang IABO Applied Biology Olympiad (IABO), anak sulung dari tiga bersaudara itu menasbihkan dirinya sebagai juara.
Saat diwawancarai awak media, Selasa (18/7/23), Irsyad mengatakan, untuk sampaikan ke tangga juara, bukanlah perkara mudah. Selama itu pula Irsyad harus jatuh bangun dengan tantangan yang tidak ringan.
“Bagi saya, kegagalan bukan akhir dari segalanya. Kalau sudah ketemu rezekinya, Alhamdulilah saya bisa meraih impian yang menjadi kenyataan hari ini. Intinya saya terus memacu motivasi dari dan mendengar dengan seksama arahan dan masukan dari guru pembimbing saya pak Ujang Kosasih,” kata dia.
Menurutnya, berkat bimbingan Uko sapaan akrab H. Ujang Kosasih, menumbuhkan kepercayaan diri untuk menghadapi sebuah kompetisi internasional yang sarat gengsi tersebut. Betapa tidak, IABO diikuti 400 peserta dari 21 negara.
“Awalnya saya sempat nervous karena kompetitor-kompetitor saya hebat-hebat semua. Bagi saya lawan terberat datang dari negara-negara eropa. Dari negara serumpun ada Singapura yang menjadi batu sandungan saya dalam kompetisi itu,” ujarnya.
Sementara itu, Wakasek Bidang Humas SMAN 1 Kota Sukabumi, Ani Riani Sekarwulan, menyatakan bahwa prestasi tersebut amat sangat membanggakan bagi kedua orang tuanya juga bagi keluarga besar SMAN 1 Kota Sukabumi.
“Saya sangat bangga sekali memiliki siswa yang potensinya sangat luar biasa dan bisa berbicara di level internasional seperti Irsyad ini. Kami dari pihak sekolah tentu saja sangat mendukung potensi ini dan ananda Irsyad ini mengikuti beberapa kegiatan ekskul yang di fasilitasi oleh sekolah kemudian kegiatan lain yang mendukung kemampuan Irsyad,” ujarnya.
Irsyad tidak sendiri tapi turut didampingi pembimbing yang hebat yaitu H. Ujang Kosasih. “Dengan telaten beliau terus memotivasi dan mendampingi ananda Irsyad hingga bisa mengunci titel juara yang mengangkat Kota Sukabumi di dunia internasional,” ujarnya.
Apa yang dicapai Irsyad lanjut dia menjadi trigger bagi siswa lain untuk terus memacu semangat belajar agar bisa berprestasi seperti yang telah ditorehkan Irsyad.
“Tentu saja ini sebagai trigger dan contoh bagi adik -adik kelasnya. Link prestasi ini mudah -mudahan bisa regenerasi Irsyad, ke adik -adik kelasnya baik itu jalur ekskul ataupun jalur lainnya,” ungkapnya.
Redaktur: Usep Mulyana












