JURNALSUKABUMI.COM – Belasan warga Kota dan Kabupaten Sukabumi, berbondong-bodong mendatangi Mapolres Sukabumi Kota, untuk melaporkan kasus dugaan tipu gelap kendaraan roda empat pada Jumat (14/07/2023).
Salah seorang pemilik rental mobil, Aden (32) warga Desa Selajambe, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi mengatakan, ia bersama para pemilik atau pengusaha rental mobil di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi, secara resmi telah melaporkan Agung Afrizal atas dugaan tindak pidana penggelapan kendaraan.
“Jumlah korbannya yang tercatat baru ada sekitar 50 orang yang ada di Sukabumi. Sementara, untuk jumlah unit yang digelapkan oleh terduga itu, ada sekitar 215 unit. Jenis mobil beragam, tapi dominan dari Toyota, Suzuki, Daihatsu, Avanza dan ada juga mobil pick up,” ujar Aden di Mapolres Sukabumi Kota Jumat (14/07/23) petang.
“Dari jumlah puluhan pengusaha rental mobil ini, hanya satu yang membuat laporan atau LP ke Polres Sukabumi Kota. Iya, itu hanya perwakilan saja,” sambung dia.
Dalam melancarkan aksinya, terduga kerap mengaku kepada para korban sebagai anggota TNI AD. Selain itu, terduga juga kerap mengelabui korbannya, dengan dalih bahwa mobil yang dirental akan diperuntukan untuk kepentingan orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di beberapa institusi pemerintahan.
“Modusnya seperti itu, jadi kesannya untuk memobilisasi orang atau dinas supaya jasa gak kemana-mana. Ternyata, pas dicek gak ada dinas atau kantor pemerintahan yang kerjasama soal jasa itu dan ini hanya akal-akalan dia,” jelas Aden.
Selain itu, modus operandi pelaku ini, juga sering mengatasnamakan perusahaan sendiri dengan nama legalitas CV dan PT serta koperasi dan vendor yang bergerak di bidang biro jasa.
“Jadi, memang ini persoalannya kasus kontrak sewa yang disalahgunakan oleh pelaku. Mengenai identitas beliau yang mengaku sebagai anggota TNI AD, ternyata kemarin dicek ke Denpom dan Agung itu adalah TNI gadungan,” ungkapnya.
Dirinya mengaku, telah mengenal terduga pelaku pada 8 Januari 2023 lalu. Perkenalan itu bermula saat terduga menyewa mobil Pick Up. Karena, terduga mengaku kepada korban usaha pada jual beli gas dan isi ulang air galon serta usaha kelontongan. Sehingga usaha rental mobil dengan pelaku pun berjalan lancar saat itu.
“Bilangnya waktu itu ada pekerjaan rabat beton, baja ringan dan lainnya. Itu yang mendasari kami mempercayai terduga sebagai pihak yang merentalkan kendaraan. Dan ini yang terjadi dan ternyata rentalnya bukan cuman saya, tapi banyak banget,” tuturnya.
Masih kata Aden, aksi tipu gelap kendaraan mobil ini, mulai mengalami persoalan pembayarannya sejak awal Juli 2023. Sementara, aksi terduga mulai terkuak, bermula saat salah seorang pengusaha dari wilayah Cianjur yang menitipkan kendaraan kepada teman Aden atau korban.
Saat itu, sistem rental mobil tersebut pembayarannya belum selesai. Namun, kontrak lanjutannya sudah selesai. Karena pembayarannya tidak ada, akhirnya korban menyusul kendaraan tersebut.
“Jadi, bukan hanya pelaku yang bisa diungkap, tapi harus sampai ke perantaranya dan pemutus GPS juga, pernah ada terjadi pengrusakan. Karena, banyak yang dirugikan, terutama segi materil yang nominalnya, cukup besar,” pungkasnya.
Sementara, menanggapi terkait ramainya terduga yang diketahui kerap mengelabui korbannya dengan mengaku sebagai anggota TNI AD, Danramil 0702/Citamiang, Kapten Inf Jupriyanto mengatakan, pihaknya membenarkan adanya nama Agung Afrizal yang berada dari wilayah Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi.
“Memang ada nama tersebut, setelah di cek di rumahnya sesuai alamat, tapi orangnya tidak ada ditempat, dan KTP juga punya 2 dengan alamat yang berbeda satu di kelurahan Citamiang yang satu lagi di Sindang Palay Baros,” katanya.
Pihaknya mengaku, orang tua Agung Aprizal ini, sudah dipanggil ke Kantor Koramil 0702/Citamiang, untuk memastikan orang tersebut, TNI atau bukan.
“Jadi, kesimpulan sementara yang bersangkutan bukan TNI, karena di cek ke orangtuanya tidak tahu kapan yang bersangkutan mendaftar jadi TNI dan tidak ada dokumen yang bersangkutan adalah seorang TNI. Artinya orang tersebut TNI gadungan,” tandasnya.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Usep Mulyana












