Bappeda: Di Bawah Kepemimpinan Kang Fahmi Kawasan Kumuh di Kota Sukabumi Turun Signifikan

Senin, 19 Juni 2023 - 10:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kawasan kumuh di Wilayah Kota Sukabumi, selama kepemimpinan Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, mengalami penurunan yang cukup signifikan. Empat tahun lalu kawasan kumuh seluas 139 hektare. Saat ini hanya tersisa lima hektare, itu pun termasuk kategori ringan.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Infrastruktur dan kewilayahan pada Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi, Frendy Yuwono, Senin (19/6/23).

“Kami memprioritaskan pengentasan kawasan kumuh dan rumah tidak layak huni (Rutilahu) secara bertahap,” kata Frendy.

Wilayah yang masuk kategori kawasan kumuh itu kata dia, tersebar di beberapa kelurahan. Saat ini tinggal hanya lima hektare lagi. Kendati demikian, kawasan-kawasan tersebut kategori kumuh ringan, bukan kategori kumuh berat.

“Kita sudah lakukan penanganan melalui berbagai kegiatan dan juga program pendanaan yang dialokasikan ke setiap kelurahan,” ujarnya.

Tahun ini tambahnya, tengah menggulirkan program kumuh, melalui dana kelurahan sebesar Rp50 juta rupiah per kelurahan, serta P2RW RT25 juta. Tentunya anggaran itu digunakan untuk mengentaskan kawasan kumuh di setiap wilayah,” terangnya.

Lanjut Frendy, yang menjadi fokus Bappeda saat ini tidak hanya pada persoalan pengentasan kawasan kumuh saja, namun termasuk di dalamnya persoalan pembangunan Rutilahu.

“Nah untuk cakupan kawasan kumuh itu kan hanya di lingkungannya saja, seperti kawasan jalanan dan juga saluran air bersih. Sedangkan Rutilahu ini lebih kepada pembangunan rumahnya. Artinya penanganan kawasan kumuh dan Rutilahu ini mesti beriringan,” tandasnya.

Untuk target penanganan di tahun ini, lanjut dia, ada sekitar 150 unit yang akan direnovasi. Sementara yang terdampak bencana pihaknya akan prioritaskan, dengan penanganan khusus.

“Alhamdulillah untuk target capaian setiap tahunnya, biasanya kita melebihi target. Jika ditotal se-Kota Sukabumi ini masih terbilang cukup besar. Dari database PU ada sekitar 700 sampai 900 unit dan itu sudah ditangani, setiap tahunnya kita bisa tangani sekitar 200 hingga 300 unit,” ungkapnya.

Redaktur: Usep Mulyana

Berita Terkait

BPBD Sukabumi Siapkan Mahasiswa IPB Jadi Perpanjangan Tangan Edukasi Kebencanaan di Sekolah
RSUD Sekarwangi Kini Punya Cath Lab, Pasien Serangan Jantung Tak Lagi Harus Dirujuk ke Luar Sukabumi
Grundfos Foundation Bersama Wafaa Indonesia Resmikan Fasilitas Air Bersih dan Air Minum di Sukabumi
Enam PNS Pemkab Sukabumi Kena Sanksi Berat, Lima Dipecat dan Satu Demosi
Rakor Evaluasi MTA, Ade Suryaman: Pembinaan Mental dan Spiritual ASN Harus Menjadi Prioritas
Dinas Perikanan Ungkap Rumpon Jadi Persoalan Baru Nelayan Sukabumi, Perizinan Dinilai Terlalu Rumit
Dua Institusi Bersinergi, Kapolres Sukabumi Kota Sambangi Makodim 0607
Siapa Sangka! Bangunan yang Tampak Kumuh Ini Ternyata Dapur MBG, Warga Mengaku Terkejut

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:42 WIB

BPBD Sukabumi Siapkan Mahasiswa IPB Jadi Perpanjangan Tangan Edukasi Kebencanaan di Sekolah

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:15 WIB

RSUD Sekarwangi Kini Punya Cath Lab, Pasien Serangan Jantung Tak Lagi Harus Dirujuk ke Luar Sukabumi

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:52 WIB

Grundfos Foundation Bersama Wafaa Indonesia Resmikan Fasilitas Air Bersih dan Air Minum di Sukabumi

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:38 WIB

Enam PNS Pemkab Sukabumi Kena Sanksi Berat, Lima Dipecat dan Satu Demosi

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:05 WIB

Rakor Evaluasi MTA, Ade Suryaman: Pembinaan Mental dan Spiritual ASN Harus Menjadi Prioritas

Berita Terbaru