JURNALSUKABUMI.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan sejumlah informasi yang beredar pasca Gempa Cianjur adalah hoaks. Satu diantara pesan-pesan menyesatkan tersebut adalah yang menyebutkan kaitan erupsi Gunung Gede sebagai penyebab gempa bumi.
Dalam keterangan resmi BMKG yang diterima jurnalsukabumi.com, setidaknya ada sua informasi yang disebut sebagai hoaks.
Informasi pertama adalah pesan sebagai berikut:
(Ijin melaporkan komandan situasi Terkait tingkat kewaspadaan info BMKG dan BNPB Tingkat waspada. Tinggi Wilayah Sukabumi aktivitas Yang di lewati Garis Pergerakan Sesar Cimandiri 1 Minggu Kedepan.
1. Pelabuhan Ratu dan sekitarnya.
2. Cibadak dan sekitarnya
3. Cicantayan dan Cibolang
4. Sukaraja dan sekitarnya
5. Sukalarang dan sekitarnya
6. Baros dan sekitarnya
7. Salatbintana dan sekitarnya
8. Kadudampit dan sekitarnya
Himbauan bagi warga tetap waspada dan tidak panik serta tak berpergian dari rumah masing-masing untuk
menjaga keamanan tempat tinggal masing-masing.
Terimakasih
Muspika & Muspida
Kota Sukabumi)
Kemudian informasin kedua adalah (Voice note mengenai adanya cahaya seperti api menyala di Gunung Gede yang menyebabkan terjadinya erupsi Gunung Gede yang megakibatkan adanya gempabumi di wilayah Kp Singa Barong dan Kp Sarongge, Kabupaten Cianjur)
Kedua informasi tersebut dibuat dengan mengatasnamakan informasi berasal dari BMKG.
Atas hal itu BMKG menyatakan berita tersebut tidak benar dan BMKG TIDAK PERNAH menyampaikan serta menyebarluaskan informasi tersebut. Informasi itu hanya HOAX/ISU yang tidak bisa dipertanggungjawabkan dan membohongi masyarakat, karena isu tersebut TIDAK mempunyai dasar ilmiah yang jelas.
Perlu diketahui bahwa sampai saat ini BELUM ADA teknologi yang dapat memprediksi dengan tepat, kapan, dimana dan berapa kekuatan gempa yang akan terjadi.
Informasi resmi yang diperoleh dari PVMBG, hingga saat ini status Gunung Gede masih dalam status
Level I (Normal).
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Jika terjadi bencana gempabumi, agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah.
Masyarakat juga diharapkan hanya percaya pada informasi resmi kebencanaan melalui informasi resmiy ang dikeluarkan dari pihak yang berhubungan langsung dengan kejadian bencana.
Redaktur: Mulvi Mohammad Noor












