JURNALSUKABUMI.COM – Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi di dampingi Pimpinan Pondok Pesantren Modern Dzikir Alfath, KH. Fajar Laksana, membuka Seminar Pendidikan Implementasi Kurikulum Merdeka, Senin (14/11/22).
Fahmi mengatakan, Hari ini tepat 41 bulan dunia diguncang pandemi. Namun demikian, pandemi sendiri membawa dampak yang cukup serius dalam hidup dan kehidupan masyarakat dewasa ini.
“Pandemi memang melandai. Tapi ada hal-hal yang tidak bisa hentikan salah satunya adalah proses percepatan teknologi. Tadinya manual, sekarang virtual. Dulu transaksi ekonomi secara face to face, sekarang sudah serba online,” kata Fahmi.
Termasuk dalam dunia pendidikan lanjut dia, saat ini telah ada sistem pendidikan kurikulum merdeka bahkan kampus merdeka. Padahal kurikulum merdeka ujarnya sejak dulu telah ada.
“Keterampilan bahasa bukan untuk dipelajari tapi dipraktekkan. Tidak semua ponpes punya kurikulum merdeka seperti nutive speaker dari Kanada yaitu Mr. Petter Gregory,” ungkapnya.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Modern Alfath, KH. Fajar Laksana menghaturkan banyak terimakasih atas kehadiran dan perhatian dari Wali Kota Sukabumi kepada Ponpes Modern Alfath dengan membuka seminar sehari tersebut.
“Kami kedatangan Mr. Petter Gregory dari Kanada sebagai nutive speaker english. Beliau datang kemari untuk practical english studies selama dua bulan,” ungkapnya.
“Kami sangat berterimakasih, karena untuk sampai ke sini, dia harus menempuh perjalanan selama 18 jam untuk memotivasi anak didik yang tengah memperdalam pengetahuan bahasa asing. Peserta dihadiri oleh Dinas pendidikan. Sukabumi English Community dan santri dari SMP lT Alfath.
Reporter: CR6 | Redaktur: Usep Mulyana












