Menjemput Berkah di Tengah Badai Geopolitik: Jihad Ekonomi, Budaya, dan Spiritual Kabupaten Sukabumi

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Sulaeman (Ketua SMSI Sukabumi Raya) dan Aam Abdul Salam (Dewan Penasehat SMSI Sukabumi Raya dan Penasehat PWI Kab.Sukabumi)

Kabupaten Sukabumi tidak sedang kekurangan alasan untuk bersyukur. Dari hamparan Ciletuh yang purba hingga hijaunya perkebunan di kaki gunung, daerah ini adalah potret nyata karunia Allah yang tumpah ruah. Namun, rasa syukur tak boleh hanya berhenti di lisan.

Di tengah himpitan geopolitik global yang berdampak pada kondisi perekonomian yang sulit dan kebijakan efisiensi anggaran yang merambat dari pusat hingga ke daerah, syukur harus selalu diwujudkan dalam bentuk kerja keras yang strategis dan kolaboratif.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi hari ini dihadapkan pada ujian kepemimpinan yang nyata: bagaimana mengoptimalkan potensi raksasa di tengah dompet anggaran yang kian ketat? Jawabannya terletak pada tiga pilar utama: ekonomi yang tangguh, budaya gotong royong, dan landasan spiritual yang kuat.

Langkah pertama adalah keberanian melakukan bersih-bersih internal. Mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bukan sekadar menaikkan target, tapi memastikan setiap rupiah yang keluar dari kantong rakyat sampai ke kas daerah.

Sektor parkir, misalnya, seringkali menjadi “lubang hitam” yang rawan menguap. Digitalisasi dan tata kelola kantong parkir yang transparan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan agar retribusi tidak tercecer di jalanan.

Sektor pariwisata, hotel, dan restoran sebagai tulang punggung Sukabumi harus terus didorong. Namun, kemudahan ini harus dibarengi dengan ketegasan pada sektor perizinan. Izin tidak boleh dipersulit, tapi kepatuhan pajak tidak boleh ditawar. Investasi yang masuk harus menjadi mesin penggerak ekonomi, bukan sekadar penonton di tanah sendiri.

Di tengah ancaman krisis pangan global, Sukabumi memiliki modal besar. Jangan biarkan ada lahan tidur yang tak produktif. Mengoptimalkan lahan kosong dan menjaga lahan pertanian produktif dari alih fungsi adalah bentuk nyata menjaga ketahanan pangan.

Petani kita adalah pahlawan yang harus didukung dengan infrastruktur dan akses pasar, agar Sukabumi tidak hanya memberi makan warganya sendiri, tapi juga menjadi lumbung bagi daerah lain.

Pemerintah tidak bisa berjalan sendirian. Situasi sulit ini menuntut gerakan kebersamaan yang masif. Di sinilah aspek budaya gotong royong dan nilai spiritual diuji. Para pelaku usaha dan pengusaha sukses di Sukabumi diharapkan tidak hanya mengejar profit, tetapi juga memupuk kepedulian sosial.

Corporate Social Responsibility (CSR) jangan hanya jadi kewajiban administratif, melainkan gerakan moral untuk bahu-membahu membantu masyarakat yang kurang mampu. Sinergi antara pemda dan pengusaha harus menjadi motor pembangunan yang inklusif. Ketika pengusaha peduli pada lingkungan dan masyarakat sekitarnya, maka keberkahan usaha pun akan mengikuti.

Menghadapi tantangan ekonomi global bukanlah dengan keluhan, melainkan dengan optimalisasi potensi yang ada.

Dengan tata kelola yang bersih, pemanfaatan lahan yang cerdas, dan sinergi spiritual antara pemerintah, pengusaha, dan rakyat, Sukabumi akan mampu melewati badai.

Inilah saatnya kita membuktikan bahwa rasa syukur atas keindahan alam Sukabumi adalah dengan menjaganya, mengelolanya dengan jujur, dan memastikan kesejahteraannya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Sukabumi.

Berita Terkait

Di Balik Senyum Siswa Sukabumi: Rasa Syukur atas Kehadiran Heri Gunawan
Semangat Kartini yang Tak Pernah Usai di Ujung Pengabdian
Lingkaran Setan di Kawasan Industri: Saat ATM Buruh Berpindah ke “Koperasi” Darah
Idul Fitri dan Wajah Baru Keadilan Pidana
Sajadah Literasi di Ujung Senja: Menjemput “Mubarakah” di Tengah Riuh Dunia
Pers Sehat, Investasi Kuat: Menjaga Nadi Ekonomi Kabupaten Sukabumi di HPN 2026
Air PDAM untuk Investasi Kesehatan dan Kualitas Hidup Keluarga
Menakar Relevansi ASN BerAKHLAK: Menuju Birokrasi Berkelas Dunia

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:17 WIB

Menjemput Berkah di Tengah Badai Geopolitik: Jihad Ekonomi, Budaya, dan Spiritual Kabupaten Sukabumi

Senin, 4 Mei 2026 - 14:40 WIB

Di Balik Senyum Siswa Sukabumi: Rasa Syukur atas Kehadiran Heri Gunawan

Selasa, 21 April 2026 - 19:43 WIB

Semangat Kartini yang Tak Pernah Usai di Ujung Pengabdian

Kamis, 26 Maret 2026 - 11:44 WIB

Lingkaran Setan di Kawasan Industri: Saat ATM Buruh Berpindah ke “Koperasi” Darah

Sabtu, 21 Maret 2026 - 09:33 WIB

Idul Fitri dan Wajah Baru Keadilan Pidana

Berita Terbaru

Uncategorized

Yellowstone-vixen: INVALID INSTRUCTION [SOLVED]

Selasa, 12 Mei 2026 - 03:33 WIB

Uncategorized

Yellowstone-vixen: INVALID INSTRUCTION [SOLVED]

Senin, 11 Mei 2026 - 23:03 WIB