JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sukabumi, mendampingi Kementerian Perindustrian, menyelenggarakan kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) bagi para pelaku usaha industri kecil menengah (IKM) bidang perbengkelan.
Kegiatan Kementerian Perindustrian tersebut dalam rangka Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi Jasa Industri Bagi IKM Perbengkelan Roda Dua di Sukabumi.
Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut. Dirjen Industri Kecil dan Aneka, Dini Hanggandari, mengatakan, sepada motor merupakan moda transportasi yang paling banyak digunakan oleh masyarakat saat ini. 
“Dari data yang kami miliki pada tahun 2020, jumlah sepeda motor yang ada saat ini, sebanyak 115 juta unit atau 84 persen total kendaraan bermotor yang ada,” kata Dini, melalui zoom meeting, Senin (22/8/22).
Tahun depan lanjut dia, jumlah kepemilikan sepeda motor, diprediksi bisa mencapai 5,1 sampai 5,4 juta unit pada tahun depan. “Tentu saja hal ini, akan mendorong pertumbuhan otomotif nasional ke arah positif,” ujarnya.
Masih kata Dini, Industri perbengkelan di tanah air, baik pabrikan atau IKN bengkel roda dua memiliki prospek yang menggembirakan. Cuma bedanya, bengkel pabrikan telah memiliki standar operasional prosedur (SOP). Kendala yang dihadapi IKM umum belum memiliki manajerial operasional bengkel.
Sementara itu, Koordinator Alat Angkut di Direktorat IKM Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut, Irvan Kusvardana, menuturkan, kegiatan tersebut,
merupakan kerjasama antara Departemen Perindustrian dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagin) Kabupaten Sukabumi.
“Tujuannya dalam rangka menumbuhkan wirausaha baru, di bidang perbengkelan. Saat ini, potensi otomotif nasional sangat besar. Kurang lebih 5 juta unit per tahun,” ujarnya.
Namun demikian kata dia, bengkel-bengkel tersebut, mesti diberikan standarisasi baik dari sisi pelayanan maupun ketrampilan. Agar konsumen merasa puas, terhadap bengkel-bengkel tersebut.
Setali tiga uang dengan Irvan, Kabid Pengawasan, Data Informasi Industri, Ujang Zulkifli menjelaskan, Bimtek ini diarahkan untuk mendorong visi misi pupati, khususnya dalam pengembangan bidang ekonomi.
“Karena bergerak di industri maka kita akan mendorong visinya, mendorong persaingan yang kompeten. Bisa kompetitif itu, kalau di bidang industri itu adanya ketersediaan SDM. Sementara kualitas itu kalau pengetahuan dan keterampilannya cukup. Terus ketersediaan produk dari hasil SDM yang punya potensi,” ungkapnya.
Khusus di bidang perbengkelan ini, dia mengungkapkan, cukup banyak masyarakat.yang membutuhkan keberadaan IKM perbengkelan itu. Untuk itu di tengah keterbatasan yang ada, pihaknya terus berkomunikasi dan minta arahan kepada kementerian.
Ditemui di tempat yang sama, Kepala Sekolah SMKN 4 Kota Sukabumi, Helda, menyambut baik, kegiatan tersebut untuk mencetak wirausahawan baru di bidang perbengkelan. “Kami sangat berterimakasih kepada Kementerian Perindustrian dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian yang telah memberikan kepercayaan ini pada sekolah kami,” tandasnya.
Redaktur: Usep Mulyana












