JURNALSUKABUMI.COM – Lapas Kelas IIB Sukabumi gelar perlombaan fashion bertajuk ‘Nyomplong Fashion Week’. Beberapa gaya pakaian unik ditampilkan para warga binaan dengan berjalan ala model catwalk di atas karpet merah.
Selain dalam rangka memeriahkan HUT RI, ‘Nyomplong Fashion Week’ juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Dharma Karya Dhika ke-77 di lingkungan Lapas Kelas IIB Sukabumi.
Acara tersebut diikuti oleh puluhan warga binaan, baik laki-laki maupun warga binaan perempuan. Untuk kostum yang mereka gunakan yaitu memakai kostum yang dimiliki warga binaan, yang diselaraskan dengan kreativitasnya masing-masing
Adapun untuk juri dalam acara tersebut yakni pejabat struktural Lapas Sukabumi. Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Christo Victor Nixon Toar mengatakan, acara ini merupakan kegiatan untuk mewadahi kreativitas para warga binaan Lapas Sukabumi.
“Nyomplong Fashion Week ini adalah rangkaian kegiatan menyemarakkan acara Hari Dharma Karya Dhika, dengan diadakannya acara ini diharapkan pula bisa mewadahi kreativitas warga binaan dalam bidang fashion maupun hiburan,” kata Christo.
Christo juga menambahkan, lomba tersebut terinspirasi dari Citayam Fashion Week. Dengan demikian, pihaknya menggelar lomba tersebut untuk kreativitas serta hiburan bagi warga binaannya.
“Saat ini fashion show sedang viral yaa, jadi kita coba buat lomba Nyomplong Fashion Week saja, dan ternyata warga binaan sangat antusias dan terhibur ikut itu,” ujar Christo.
Para peserta Nyomplong Fashion Week ini menggunakan aksesoris yang mereka punya dan sebagian ada yang membuat bahan pakaian sendiri dengan kreativitas yang mereka keluarkan. Ada yang dari lipatan koran, tali rafia, plastik, dan sebagainya.
Christo juga mengapresiasi kekreatifan warga binaan yang mengikuti perlombaan. “Saya sangat senang dan mengapresiasi para peserta yang mengikuti lomba, saya melihat begitu kreatifnya warga binaan kita (Lapas Sukabumi) dalam mempersiapkan kostum fashion show, jadi lucu-lucu dan kreatif,” tandasnya.
Busana yang digunakan para peserta memang banyak yang nyentrik. Para warga binaan laki-laki ada yang menggunakan pakaian bak seorang ibu-ibu kepasar, bak nenek-nenek, bahkan ada yang menggunakan pakaian olahraga dengan dandanan yang kreatif.
Gelak tawa pun pecah saat seorang warga binaan laki-laki menggunakan kostum perempuan dan melakukan loncat-loncat dan guling-guling di hadapan para juri.
Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Ujang Herlan












