Minta Maaf Usai Didemo Gegara Status WA, Kades Sukaresmi: Ada Chat Bahasa Inggris, Saya Kira Ngomong Kasar

Selasa, 5 Juli 2022 - 16:21 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kepala Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jalaludin, meminta maaf usai digeruduk warga, Selasa (5/7/2022). Ia menjelaskan, permasalahan bermula dari chat dalam bahasa Inggris yang dilontarkan warga di grup Whatsapp, yang dikira perkataan kasar.

“Semoga saya kedepannya bisa menjaga, dan saya secara pribadi kalau memang ini melukai kawan-kawan, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Walaupun bukan tujuan ke arah sana,” ujar Jalaludin.

Jalaludin mengatakan kejadian tersebut bermula dari kesalahpahaman atas status pada aplikasi perpesanan Whatsapp (WA) yang dia buat. Ia mengklaim permasalahan sebenarnya sudah selesai sebelum warga menggelar aksi.

Kades Sukaresmi, Jalaludin

“Sebenarnya dari kemarin sudah final. Dikira itu tidak ada aksi kayak begini. Cuman kita juga apresiasi kepada kawan-kawan yang sudah menyampaikan harapan dan kritik,” kata Jalaludin.

Jalaludin mengungkap, jika status WA yang dibuatnya bukan ditujukan kepada warga Sukaresmi. Melainkan untuk pribadi.

Ia menjelaskan tidak ada maksud untuk menyerang, melawan, maupun menghina warganya sendiri.

“Ini memang murni untuk saya pribadi, bukan untuk keluarga di Desa Sukaresmi,” ucap Jalaludin.

Ketika disinggung terkait akan adanya laporan ke Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi, Jalaludin mengatakan dirinya siap mempertanggungjawabkan.

“Secara pribadi saya bukan untuk arah ke sana. Apalagi untuk mencari salah kesalahan orang lain. Jadi mohon maaf sebesar-besarnya, itu mah masalah beliau sah-sah saja, hak mereka memaafkan. Dari kemarin juga emang udah beres,” tutur dia.

Dia menceritakan, mulanya status tersebut dibuat untuk pribadi. Warga bernama Lui dan Indra, mengirim chat pribadi (japri) dan di grup Karang Taruna.

Karena sedang mengendarai mobil, Jalaludin menyebut dirinya salah menafsirkan isi pesan karena menggunakan bahasa Inggris.

“Kalau ada masalah jangan di grup, chat ke pribadi aja. Mungkin karena saya bawa mobil sendiri, waktu itu untuk Palabuhanratu, ada chat bahasa Inggris saya nggak tahu. Dikira itu ngomong kasar,” ucap dia.

“Jawab langsung, saya marah. Dasarnya apa pakai bilang gitu, itu mungkin ada miss karena bahasa Inggris. Sudah saya tadi memaafkan bahwa pribadi saya harus banyak belajar dari kawan-kawan. Untuk menguasai tentang leadership. Saya minta maaf,” imbuhnya.

Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor

Berita Terkait

Pohon Beringin Puluhan Tahun di SMAN 1 Cicurug Tumbang, 12 Kendaraan Tertimpa
Hujan Angin Kencang Rusak SMPN 2 Cicurug, 8 Ruangan Terdampak
Roda Pikap Pengangkut Sayur Lepas di Depan RSUD Sekarwangi, Lalu Lintas Tersendat
Temuan Mayat di Bawah Tol Bocimi Gegerkan Warga Ciambar
Warga Nagrak Meregang Nyawa di Dalam Sumur
Tragis! Ayah dan Anak Meninggal dalam Kecelakaan Tunggal di Panenjoan Ciemas
DLH Ikut Turun ke Lokasi Tambang Simpenan, Tailing Dam Jadi Bagian yang Dikaji
DPRD Soroti Aktivitas Tambang di Simpenan, Perusahaan Diminta Hentikan Kegiatan Sementara

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 19:53 WIB

Pohon Beringin Puluhan Tahun di SMAN 1 Cicurug Tumbang, 12 Kendaraan Tertimpa

Rabu, 30 September 2026 - 17:38 WIB

Hujan Angin Kencang Rusak SMPN 2 Cicurug, 8 Ruangan Terdampak

Selasa, 29 September 2026 - 18:10 WIB

Temuan Mayat di Bawah Tol Bocimi Gegerkan Warga Ciambar

Selasa, 29 September 2026 - 18:07 WIB

Warga Nagrak Meregang Nyawa di Dalam Sumur

Selasa, 29 September 2026 - 10:38 WIB

Tragis! Ayah dan Anak Meninggal dalam Kecelakaan Tunggal di Panenjoan Ciemas

Berita Terbaru