Depresi Gegara Wanita, Karyawan Pabrik di Sukabumi Nekat Gantung Diri

Kamis, 31 Maret 2022 - 17:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Seorang karyawan pabrik berinisial FT (36) ditemukan tewas gantung diri di Pabrik PT Supra Natami Utama di Kelurahan/Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Kamis (31/03/2022). FT diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara tragis gegara depresi setelah gagal menikah dengan wanita pujaan hatinya.

Tubuh FT ditemukan dalam kondisi tergantung di samping toren air. Seutas tali terlihat menjerat leher FT dengan ketinggian sekitar 4,65 meter dari permukaan tanah.

“Saksi mata langsung laporan ke security dan melaporkan peristiwa ini ke anggota kami, Bhabinkamtibmas Polsek Warudoyong, Bripka Isep,” kata Kompol Budi, Kapolsek Warudoyong dalam keterangan yang diterima jurnalsukabumi.com.

Anggota Polsek Warudoyong kemudian bergegas ke lokasi penemuan jasad FT. Hasil pemeriksaan pada tubuh korban, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, yang bersangkutan diduga nekat gantung diri karena ada masalah pribadi,” tuturnya.

Polisi memintai keterangan beberapa rekan kerja korban. Hasilnya, diketahui korban diduga depresi selama 10 bulan terakhir, setelah gagak menikah pada 2021 lalu.

“Sempat mau berhenti kerja karena masalah itu. Teman-temannya juga bilang, bahwa yang bersangkutan sering curhat,” tutur Budi.

Sesudah dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi untuk dilakukan pemeriksaan luar. Polisi kemudian menyerahkan jenazah kepada keluarga FT yang diketahui berdomisili di Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi.

“Pihak keluarga korban tidak akan menuntut untuk dilakukan outopsi dan dibuatkan surat pernyataan penolakan, selanjutnya korban diserahkan ke pihak keluarga untuk di boyong ke Ciamis, Jawa Barat,” tandasnya.

Reporter: Azis Ramdhani | Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput
17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:53 WIB

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:30 WIB

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan

Berita Terbaru