JURNALSUKABUMI.COM – Camat Palabuhanratu, Ali Iskandar angkat bicara terkait bencana pergerakan tanah yang terjadi beberapa minggu lalu didua desa di wilayahnya.
Bencana alam yang merusak belasan rumah di Kampung Nyalindung, Desa Pasirsuren, dan Desa Tonjong itu, tidak hanya dampak drainase di jalan nasional tidak benar, namun diperparah dengan adanya sesar bumi.
“Memang itu masuk dalam sesar pergeseran bumi. Jadi, pergerakan tanah yang menghadirkan pergeseran kemudian memunculkan retak dan rayapan,” ujar Ali Iskandar kepada jurnalsukabumi.com, Selasa (29/3/2022).
Ia menjelaskan, pergeseran tanah itu berdampak pada rumah yang tidak dapat dihuni kembali. Sebab, beberapa ahli menyebutkan seluruh jalur sesar itu akan terus bergerak disaat cuaca ekstrem menerjang Palabuhanratu.
“Memang hasil penelitian beberapa kajian yang sudah dilakukan secara independen dan mandiri menyebutkan agak susah mungkin dihuni kembali, jadi bukan dampak karena saluran irigasi yang tidak tertata dengan baik jadi pemicu tapi yang faktor utamanya adalah sesar,” terangnya.
Namun dirinya akan terus melakukan langkah untuk mencarikan solusi rumah terdampak, dengan cara mencarikan lahan bagi masyarakat.
“Jadi hari ini kita sedang berupaya melakukan pendekatan kepada pihak perkebunan. Kemudian mencoba mencarikan solusi untuk 28 kepala keluarga yang terpapar,” tuturnya.
Saat ini kata camat, walaupun sudah ada hunian dengan cara mendirikan tenda, namun hal itu tidak begitu sempurna. Pemerintah akan terus berupaya mencarikan lahan untuk relokasi.
“Jangka panjangnya jangka menengahnya dalam mempersiapkan hunian yang tetap dengan mencarikan lahan untuk relokasi mudah-mudahan ini dimudahkan, semua pihak juga bisa turut berkontribusi,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Usep Mulyana












