JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi, kencang menyuarakan anti money politik dalam ajang Pilkades serentak. Dalam praktiknya, DPMD akan berupaya meminimalisir tindakan politik uang pada saat perhelatan pesta demokrasi atau pemilihan kepala desa serentak siklus II gelombang I 2022.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi, Gun Gun Gunardi mengatakan, mendekati waktu krusial tersebut, Dinas membentuk panitia pengawas hingga tingkat Desa.
“Tahun ini kita membentuk panitia pengawas. Diharapkan, hal itu menjadi penengah yang biasanya one man show. Panitia pilkades kan sendiri bergerak, hari ini ada lembaga atau panitia yang mengawasi,” ujar Gun Gun Gunardi kepada jurnalsukabumi.com, Selasa (22/3/2022).
Panitia pilkades itu, lanjut dia, dibentuk oleh badan pengawas desa (BPD), Sehingga pengawasan dalam pelaksanaan pilkades serentak dapat terpantau hingga ke tingkat RT.
“Panitia pengawas itu juga di bentuk oleh BPD kita berharap ini bisa balance, satu panitia diawasi oleh Panwas dan juga BPD sebagai pembentuk,” terangnya.
Namun kata Gun Gun, pelaksanaan pemilihan kepala desa ini, bisa dilaksanakan secara netral, karena pilkades ini kegiatan politik tetapi tidak berbasis partai politik.
“Jadi dinamika di desa memang harus dimaknai sebagai upaya dalam rangka pendewasaan desa. Jadi barangkali netralitas dalam rangka ini kita berharap dibentuknya panwas kemudian panitia yang berada di level desa kami berharap tumbuhnya dinamika politik, dinamika di desa betul-betul netral,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Usep Mulyana












