Komentar Berisi Ujaran Kebencian ke Alm KH Oman, Polisi Tangkap Warga Cicurug 

Senin, 10 Januari 2022 - 18:09 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi menjerat tersangka berinisial TT (36) warga asal Kampung Benteng RT 06/04 Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi atas dugaan ujaran kebencian bermuatan SARA.

Ujaran kebencian tersebut bermula ketika almarhum KH Oman Komarudin selaku Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi dikabarkan meninggal dunia di salah satu postingan akun di media sosial Facebook. Kemudian tersangka berkomentar dipostingan itu.

“TT warga Cicurug memberi komentar postingan di media sosial yang isinya, bagus juga lah cuma nyempit nyempitin saja di dunia juga,” kata Kapolres Sukabumi, AKBP Dedi Darmawansyah Nawiputra didampingi Kanit Tipiter Ipda Sapri dalam press releasenya, Senin (10/1/2022).

Dalam postingan itu, dirinya berkomentar ‘hade oge lah kur nga heherin hungkul di dunya ge’. Hal itu membuat penghinaan atau terdapat unsur ujaran kebencian berdasarkan SARA maupun menyebarkan berita bohong sehingga terjadi keonaran di kalangan masyarakat.

“Dan yang kedua bunyinya ustadz gak yambung pusing saya bukannya ngebelain Islam tapi malah membela Yahudi, yang halal diharamkan yang haram di halal kan, coba orang susah mah tetap diinjak,” ucapnya.

Atas tindakan tersebut lanjut kapolres, tersangka dikenakan pasal 14 ayat 2 UU No. 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana dengan penjara setinggi-tingginya tiga tahun, kemudian Pasal 45a Ayat 2 UU RI No. 19 tahun 2016 tentang ITE dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak satu miliar rupiah.

Dan Pasal 321 KUHP Pidana yang berbunyi barangsiapa menyiarkan, mempertontonkan atau menempelkan tulisan atau gambar yang isinya menghina atau menista orang yang sudah mati. “Kita kenakan ancamannya 10 tahun dan UUD ITE ancamannya 6 tahun,” tegas Kapolres.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Rizka Padillah menambahkan alasan tersangka melakukan hal tersebut karena tidak melihat informasi yang diunggah oleh akun bernama Suhendi Suhendi itu, dia secara spontan menebar kebencian berdasarkan sara maupun menyebarkan berita bohong sehingga terjadi keonaran.

“Alasan untuk melakukan perbuatannya kita masih melakukan pendalaman, karena berdasarkan keterangan pelaku dia memang tidak punya niatan secara sengaja menyerang secara pribadi, spontan tanpa melihat informasi yang di unggah di atasnya, tidak ada kelainan kejiwaan dan masih berkomunikasi secara normal,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

BGN Hentikan Operasional 58 SPPG di Sukabumi, Ini Penyebabnya!
Hergun Percepat Program Strategis Pertanahan di Sukabumi, Apa Saja?
Kejati Jabar Tahan Sekretaris DPRD Indramayu Terkait Korupsi Tunjangan Senilai Rp18,7 Miliar
Bupati Asep Japar Titip Pesan untuk Pemuda Sukabumi: Jaga Persatuan, Bangun Daerah
Babak Baru SPPG Nagrak Utara III, Kuasa Hukum Ungkap Dugaan Permintaan Rp1 Miliar dari YMQI
Viral Adu Jotos di Padepokan Ciracap, Dua Orang Kini Berstatus Tersangka
Tragis! Ayah dan Anak Terseret Ombak di Pantai Istiqomah Sukabumi Sang Ayah Tewas
Tantan Sulton Tekankan Profesionalisme Wartawan, PWI Sukabumi Diminta Perkuat Kompetensi!

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:47 WIB

Hergun Percepat Program Strategis Pertanahan di Sukabumi, Apa Saja?

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Kejati Jabar Tahan Sekretaris DPRD Indramayu Terkait Korupsi Tunjangan Senilai Rp18,7 Miliar

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Bupati Asep Japar Titip Pesan untuk Pemuda Sukabumi: Jaga Persatuan, Bangun Daerah

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:55 WIB

Babak Baru SPPG Nagrak Utara III, Kuasa Hukum Ungkap Dugaan Permintaan Rp1 Miliar dari YMQI

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:13 WIB

Viral Adu Jotos di Padepokan Ciracap, Dua Orang Kini Berstatus Tersangka

Berita Terbaru