JURNALSUKABUMI.COM – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), memberikan penghargaan Kabupaten/Kota Sehat (KKS) kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Penyerahan penghargaan berlangsung di Gedung Pendopo, Jalan Siliwangi Palabuhanratu, Selasa (07/12/2021).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Harun Alrasyid mengatakan, penghargaan keduakalinya bagi Kabupaten Sukabumi tersebut, menunjukkan bahwa Kabupaten Sukabumi sedang berbenah dan berupaya menciptakan lingkungan desa sehat, lingkungan kecamatan sehat dan lingkungan kabupaten sehat
“Ada beberapa kategori yang di dalamnya berupaya untuk mencapai penghargaan swasti saba wistara, salah satunya adalah terdapat tujuh katagori yang harus diraih,” kata Harun kepada wartawan.
Lanjut dia, dari tujuh kategori tersebut diantaranya menyangkut lima pilar sanitasi total berbasis masyarakat (STBM). Lantas untuk mengikuti tahap selanjutnya terdapat 11 katagori yang harus diraih untuk mencapai kategori swasti saba.
Kadinkes berharap swasti saba wistara bukan hanya sekedar untuk meraih predikat juara tapi harus dipastikan bahwa masyarakat Kabupaten Sukabumi beserta lingkungannya hidup sehat dan hidup di dalam lingkungan yang benar-benar aman nyaman bagi terciptanya Sukabumi sehat yang lebih baik itu.” Ungkap Harun.
Ditempat yang sama, Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Hidup Indonesia (Hakli) Kabupaten Sukabumi, Ujang Soleh Suryaman menuturkan, dengan penghargaan swasti saba wistara yang kedua ini harus mencapai 100 persen Open Defaction Free (ODF) di wilayah kabupaten sukabumi.
“Meskipun masih sebagian besar akses kita sudah meraih penghargaan dari Kementerian Kesehatan dan Kementerian dalam negeri terkait dengan Kabupaten Sukabumi, dinobatkan sebagai Kabupaten yang ODF,” jelasnya.
Selain itu sambung dia, untuk meraih KKS ini, persyaratannya harus mencapai ODF terlebih dahulu. Penghargaan ODF tahap pertama sedangkan yang kedua bisa diperhatikan. Sehingga meraih kembali penghargaan swasti saba wistara. Di jawa barat hanya Kabupaten Sukabumi yang berhasil mendapatkannya.
“Hakli berharap, penghargaan swasti saba wistara yang kedua ini terkait dengan pemberdayaan dan perilaku masyarakat. Agar masyarakat bisa menempuh upaya-upaya yang sudah dilaksanakan untuk membiasakan diri membuang air besar ditempat-tempat yang bersyarat. Walaupun mereka belum memiliki, tapi bisa menggunakan sarana-sarana yang dekat dengan rumahnya.” tandasnya.
Reporter: Azis Ramdhani | Redaktur: Usep Mulyana












