JURNALSUKABUMI.COM – Keberadaan Geopark Ciletuh Sukabumi, sebagai destinasi pariwisata, menjadi kebanggan tersendiri sebagian besar warga Sukabumi. Kesan tersebut, dirasakan tepat dan tidak mengada-ngada. Menurut Hermawan (30), Warga Cikate, Desa Cikembar, Kecamatan Cikembar, dia mengaku bangga dengan adanya tempat wisata sekelas Geopark yang pada tahun 2018 telah dinobatkan sebagai UNESCO Global Geopark (UGG).
“Benar, saya sangat bangga dengan adanya Geopark. Karena, tidak semua tempat wisata dinobatkan sebagai UGG,” kata Hermawan, kepada jurnalsukabumi.com, Selasa (6/12/21)
Dia menuturkan, keberadaan Geopark Ciletuh Sukabumi, selain mendongkrak perekonomian warga sekitar juga menjadi daya tarik atau magnet bagi wisatawan baik lokal maupun dari luar Sukabumi.
“Sudah berapa kali saya ke Geopark, terlihat banyak warga yang berjualan baik itu kuliner, warung kopi maupun pernak, pernik. Berarti dengan adanya Geopark mendongkrak ekonomi warga,” ujarnya.
Senada dengan Hermawan, Basir (37) Warga Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar, menyatakan kekagumannya pada keberadaan wisata alam terbuka itu. Patut diacungi jempol dengan keindahan wisata yang ada wilayah Sukabumi berkelas dunia itu.
“Keindahan alam tidak diragukan lagi. Dan Saya sebagai warga Sukabumi sangat bangga,” ucapnya.
Geopark Ciletuh Sukabumi atau Ciletuh-Palabuhanratu Unesco Global Geopark memiliki luas sekira 126 ribu hektar atau 30,3 persen dari luas wilayah Kabupaten Sukabumi. Tersebar di 74 desa dan delapan kecamatan yakni, Cisolok, Cikakak, Palabuhanratu, Simpenan, Waluran, Ciemas, Ciracap dan Surade.
Reporter: Ruslan AG | Redaktur: Usep Mulyana












