JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi, menargetkan untuk menekan angka kasus stunting hingga 14% pada tahun 2024.
Demikian disampaikan Kepala Dinas DPPKB, Agus Sanusi kepada jurnalsukabumi.com, beberapa waktu lalu.
“Insya Allah untuk di Kabupaten Sukabumi, akan kami tekan hingga di bawah dari 14%. Kalau bisa lebih rendah lagi jadi 12%,” ujar Agus.
DPPKB kata Agus, telah memiliki cara ampuh untuk menurunkan kasus stunting. Salah satunya adalah dengan membentuk ribuan tim untuk melakukan percepatan penurunan penyakit gagal tumbuh pada usia anak di Kabupaten Sukabumi.
“Saat ini, di Kabupaten Sukabumi, telah terbentuk 6.300 tim untuk melakukan percepatan penurunan penyakit stunting,” kata dia.
Dalam percepatan penurunan kasus stunting di Kabupaten Sukabumi lanjutnya, DPPKB Kabupaten Sukabumi, juga menginisiasi lahurnya program pembentukan tim pendampingan dalam rangka pencegahan stunting.
Keberadaan tim tersebut, untuk mendampingi pasangan usia subur menjaga kehamilannya dan berinovasi untuk memberikan masukan terhadap pasangan usia subur tersebut. Tim terdiri dari tiga orang untuk setiap pasangan usia subur. Saat pembahasan itu, Agus Sanusi bersama Kasi Advokasi DPKKB Kabupaten Sukabumi Dedi Supriatna.
“Dalam satu tim ini, di dalamnya terdiri dari petugas kesehatan, petugas gizi dan penyuluh atau kader,” jelasnya.
Pada bagian lain Agus menjelaskan, program tersebut adalah bantuan yang dibiayai langsung dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pusat.
Pada saat yang sama Agus mengatakan, dia juga memiliki program unggulan lainnya untuk menekan kasus stunting, kasus angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).
Program itu adalah progam Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) atau KB untuk jangka panjang.
“Pak bupati mencanangkan program nasional ini menjadi program unggulan dalam percepatan dan penanggulangan penurunan stunting,” ungkapnya.
Untuk.itu kata Kadis DPPKB, dia terus secara intensif terus mendorong staf-stafnya dilapangan melalui setiap UPTD untuk terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi untuk mengajak dan menggerakkan masyarakat secara luas untuk usia subur agar ikut ber KB untuk mencegah kasus stunting menjangkiti buah hati mereka.
Redaktur: Usep Mulyana












