JURNALSUKABUMI.COM – Beredar video yang memperlihatkan dua orang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) diduga korban tawuran tergeletak dipinggir jalan raya, viral di jejaring aplikasi perpesanan Whatsapp, Kamis (11/11/2021).
Video berdurasi 24 detik itu menunjukan dua orang pelajar tersebut tengah tergeletak dan merengek kesakitan menahan luka di area wajah yang berlumuran darah.
Selain video, disusul kembali sebuah rekaman yang menerangkan bahwa dua pelajar tersebut diduga korban tawuran palajar yang berasal dari Kecamatan Nagrak.
Kapolsek Nagrak, AKP Deden Sulaeman mengungkapkan, sebelum video itu beredar lebih luas, pihaknya telah berkoordinasi kepada Ketua PGRI Kecamatan Nagrak dan mendatangi sejumlah sekolah untuk memastikan kabar tersebut.
“Hasil dari keterangan beberapa sekolah, mereka mengatakan tidak ada siswa yang seperti dalam video tersebut,” ungkapnya.
Deden mengimbau kepada para kepala sekolah SMP yang berada di Kecamatan Nagrak agar pengawasan terhadap siswa-siswi ditingkatkan baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
“Kendati bukan kejadiannya di sini. Akan tetapi perlu diambil hikmah agar hal tersebut tidak terjadi di wilayah Nagrak,” kata Deden.
Pernyataan yang sama diungkapkan, Kelapa Sekolah SMPN II Nagrak, Yana Rudiana (53). Dia memastikan pelajar dalam video itu bukan peserta didiknya. Meski, ada kemiripan dalam batik yang dikenakan pelajar dalam video viral tersebut.
“Itu bukan siswa kami. Upaya-upaya kami sudah menyebarkan di grup sekolah bahwa dalam video tersebut bukan siswa SMPN II Nagrak,” sambungnya.
Masih kata Yana, bahkan sebelumnya dirinya pun telah menerima konfirmasi langsung dari Dinas Pendidikan dan sudah dilaporkan itu bukan siswanya.
“Kami pun beberapa kali dapat telepon dari dinas dan sudah melaporkan bahwa dalam video viral tersebut hoax,” tandasnya.
Reporter: Ifan | Redaktur: Ujang Herlan












