JURNALSUKABUMI.COM – Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Dennis Eriska mengimbau kepada petani yang mendapatkan bantuan pompa air dari pemerintah untuk menjaga dan merawatnya layaknya milik pribadi.
Karena menurutnya, jika tidak dirawat dengan baik, maka barang titipan pemerintah itu akan cepat rusak dan tidak akan bertahan lama.
“Saya minta para petani harus punya rasa memiliki dengan cara menjaga dan merawatnya dengan baik. Harus ditanamkan prinsip saling memiliki. Jadi bukan hanya sekedar bantuan belaka,” kata Dennis, kepada jurnalsukabumi.com, beberapa waktu lalu.
Total batuan pompa air yang disalurkan kepada para petani kata dia, berjumlah 123 unit. Pemberian bantuan alat untuk menunjang pekerjaan petani itu, dilakukan dalam tiga tahap. Pada tahap kedua ini didistribusikan sebanyak 42 unit. Sebelumnya, disalurkan 35 unit di Sukabumi. Tahap ketiga atau tahap terakhir, Distan akan menyalurkan 46 unit pompa air.
Untuk perawatan mesin lanjut dia, para petani harus memiliki anggaran tersendiri. Contohnya dengan menyewakan pompa air kepada petani yang tidak mendapatkan bantuan pemerintah. Hasilnya bisa digunakan untuk biaya perawatan mesin seperti membeli sparepart sebagai pengganti yang rusak.
“Kalau caranya seperti itu, maka biaya perawatan akan lebih ringan dan tidak membebankan anggota. Termasuk petani yang tidak masuk keanggotaan,” ujarnya.
Namun demikian kata Dennis,.tarif yang harus dibayar oleh penyewa tidak arus harus dipikul rata. Bagi anggota, tentu saja harganya berbeda dengan harga sewa yang dikenakan kepada petani yang bukan anggota. Agar para pihak sama-sama diuntungkan dengan usaha sewa menyewa itu.
Redaktur: Usep Mulyana












