JURNALSUKABUMI.COM – Dunia Perunggasan khususnya ayam petelur dan pedaging saat ini mengalami krisis karena terdampak pandemi yang tak kunjung mereda. Sehingga berimbas terhadap semakin menurunnya tingkat daya beli masyarakat.
Hal ini disebabkan karena ketidakseimbangan antar supply dan demand. Maka dibutuhkan tiga langkah nyata untuk menormalisasi kembali kondisi perunggasan saat ini.
Demikian disampaikan Sekretaris Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Sukabumi, drh. Asep Kurnadi kepada jurnalsukabumi.com, Jumat (8/10/21).
“Sesuai surat edaran Dirjenak melakukan pengawasan yang ketat terhadap Cutting telur HE di sembilan perusahaan penetasan,” kata Asep.
Langkah berikutnya yang perlu dilakukan lanjut dia adalah, melakukan pengawasan afkir dini PS maksimal 62 Mg. Sehingga produksi tidak mengalami over supply.
“Penyebab harga produk unggas turun karena supply jauh lebih banyak di banding demand atau permintaan masyarakat yang turun hingga 36%. Dengan demikian diharapkan harga produk unggas tidak terjadi penurunan harga yang signifikan, terutama ditingkat peternak.
Redaktur: Usep Mulyana












