JURNASUKABUMI.COM – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sukabumi menghadirkan pojok braille untuk melayani penyandang disabilitas sensorik netra. Tujuan didirikannya pojok braille tersebut, untuk menambah jumlah fasilitas pelayanan Perpustakaan Daerah Kabupaten Sukabumi, khususnya bagi penyandang disabilitas sensorik netra. Pojok braille tersebut mulai digunakan sejak 2019 lalu.
Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sukabumi, Eman kepada jurnalsukabumi.com, Selasa (5/10/21).
“Kami menyediakan beragam koleksi literasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat pembaca yang meliputi Al Quran Braille lengkap 30 Juz sebanyak tiga set. Selain itu tersedia juga kumpulan Hadits Riyadhus Shalihin, buku bicara, buku panduan dan peningkatan skill atau keterampilan untuk penyandang Disabilitas Sensorik Netra yang dilengkapi dengan berbagai artikel bermanfaat dan cerita fiksi,” kata Eman.
Lebih jauh kata dia, pengadaan fasilitas untuk kaum disabilitas itu, dalam rangka menjalankan amanat konstitusi yang terdapat dalam UUD 1945 sebagai landasan yuridis untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Pemberdayaan perpustakaan ujarnya, sebagai wahana belajar sepanjang hayat menuju masyarakat mandiri yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap dan kreatif. Hal itu merupakan salah satu cara pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan sosial dengan meningkatkan budaya membaca.
” Sejalan dengan tujuan tersebut, peran perpustakaan dewasa ini, bukan hanya menjadi tempat untuk menyalurkan minat baca saja, tapi harus dapat menghadirkan berbagai macam manfaat lain untuk kemajuan masyarakat. Diantaranya melalui pengembangan perpustakaan berbasis inklusi sosial. Dimana Al – Quran versi braille dipinjamkan dengan cara diantar langsung ke tempat tinggal pemustaka,” jelasnya.
” Kami juga sudah mempersiapkan tenaga – tenaga dari unsur layanan perpustakaan dengan mengikutsertakan mereka pada kegiatan peningkatan kapasitas layanan perpustakaan, khususnya layanan bagi penyandang Disabilitas Sensorik Netra. bekerjasama dengan Balai Literasi Braille Indonesia (Abiyoso) Bandung,” tambahnya.
Redaktur: Usep Mulyana | Reporter: Mohammad Noor












