JURNALSUKABUMI.COM – Jimat namanya. Sudah hampir 20 tahun, pria berusia 55 tahun itu berkeliling untuk berjualan sepatu di wilayah Kabupaten Sukabumi.
Meski dengan organ tubuh tak sempura, tidak memiliki kedua tangan, dia dengan penuh semangat tetap berjualan. Tujuannya yakni untuk menafkahi keluarganya: satu istri dan dua anaknya.
Kondisi itu seperti terlihat saat menawarkan sepatu dagangannya ke Mapolsek Nagrak, Rabu (25/8/2021). Dengan telatennya dia membawa tas berukuran cukup besar meski tanpa tangan. Kebetulan di sana, hampir semua personel tampak hadir, termasuk Kapolsek Nagrak AKP Deden Sulaeman.
“Kedua tangan saya tidak ada sejak dari kecil. Selama 20 tahun lebih saya berjualan sepatu dari kampung ke kampung di wilayah Kabupaten Sukabumi,” cerita Jimat saat kepada jurnalsukabumi.com.
Pak Jimat pun mengaku selama masa PPKM Level 4 ini dagangannya sering tidak kejual satupun. Terpaksa balik tidak mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Selama masa pandemi, apalagi PPKM penjualan sulit didapatkan. Kadang hanya terjual satu pasang seharga Rp150 ribu, lumayan keuntungannya ada buat makan saja,” ujarnya.
Saat menawarkan ke Kapolsek Nagrak AKP Deden Sulaeman, Jimat terlihat sumringah. Orang nomor satu di Polsek Nagrak itu membeli sepasang sepatunya seharga Rp200 ribu.
Tak hanya itu, Deden juga memberikan satu paket berisi sembako. “Semoga Pak Jimat dan keluarga selalu sehat serta berkah, dagangannya pun selalu habis. Sepatu tadi buat pegawai honorer,” ucap Deden.
Reporter: Ifan | Redaktur: Mohammad Noor












