Kisah Pilu Bocah Penjual Cilor di Cibadak: 10 Bulan Dagang, Bantu Biayai Kakak yang Lumpuh

Senin, 5 Juli 2021 - 18:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Khorul Anwar, bocah 10 tahun asal Cibadak, Sukabumi rela jadi tukang cilor.

i

Khorul Anwar, bocah 10 tahun asal Cibadak, Sukabumi rela jadi tukang cilor.

JURNALSUKABUMI.COM – Semangat Khorul Anwar memang patut diacungi jempol. Di usianya yang baru 10 tahun, Khorul sangat bersemangat membantu perekonomian keluarga serta membiaya kakaknya yang lumpuh dengan berjualan aci telor (cilor).

Bocah warga Kampung Bungbulang RT 001 RW 005, Desa Ciheulang Tonggoh tersebut sudah sekitar 10 bulan terakhir berjualan cilor. Tubuhnya yang kecil cukup kuat menanggung tanggungan cilor pemberian ayahnya.

“Dia nangis pengen sepeda. Ayahnya bilang, boro-boro beli sepeda buat makan saja susah. Dari situ dia mau jualan cilor,” kata Ai Siti Rahmah, ibunda Khorul Anwar ditemui wartawan di rumahnya, Senin (5/7/2021).

Khorul bukan anak yang gampang putus asa. Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, Khorul meminta izin kepada orangtuanya agar bisa mendapat penghasilan tambahan.

Setiap harinya, bocah kelas 4 SD itu keliling di sekitar kampung. Ia tak merasa minder atau malu, tetap semangat untuk berjualan.

Namun, setelah 10 bulan berjualan, uang untuk membeli sepeda belum juga terkumpul. Penghasilan yang Ia dapat kerap terapakai untuk keperluan keluarga.

Termasuk untuk membeli perlengkapan perawatan sang kakak, Hikmah (15), yang lumpuh sejak usia dua tahun. Khorul juga punya adik bernama Hasna Turrohmah yang kini baru berumur 3 tahun.

“Soalnya kan kadang kepake buat beli popok kakaknya. Kakaknya sakit, enggak bisa jalan dari umur dua tahun sampai sekarang udah 15 tahun. Kadang kepake sama bapaknya buat berobat kalau bapaknya sakit,” tutur Ai.

Khorul lahir di tengah keluarga sederhana. Orangtuanya adalah salah satu penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH).

Pembelajaran daring menggunakan handphone (hp) di masa Pandemi Covid-19 pun sering jadi kendala. Orangtuanya sering pinjam hp ke tetangga untuk mengurus pembelajaran daring Khorul.

Di tengah keterbatasan, Ai berharap keinginan anaknya bisa segera terwujud. Ia ingin agar anak-anaknya selalu diberkahi rezeki yang cukup untuk sekolah, dan untuk memenuhi kebutuhan serta keinginannya.

Reporter: Ifan | Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

Kabar Baik! Jembatan Baru Pamuruyan Cibadak Kini Mulai Difungsikan
Bikin Merinding! Kisah Keberanian Pejuang Adang Pasukan Sekutu di Bojongkokosan Parungkuda
DPR Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Hergun Tegaskan Pentingnya Partisipasi Publik
Heboh! Disnakertrans Temukan TKA Diduga Ilegal di PT KKB Cicurug
Maling Domba di Cikakak Keok karena Ban Pecah, Empat Ekor Ternak Ditemukan di Dalam Mobil
Sukabumi Menggugat! Massa Desak Ayep Zaki Mundur dari Kursi Wali Kota
Diberi Tenggat 30 Hari, Massa Aksi 2.6.26 Layangkan Gugatan untuk Ayep Zaki
Puncak Arus Balik Iduladha, Kemacetan di Cibadak Mengular hingga Jalur Alternatif Nagrak

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:35 WIB

Kabar Baik! Jembatan Baru Pamuruyan Cibadak Kini Mulai Difungsikan

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:59 WIB

Bikin Merinding! Kisah Keberanian Pejuang Adang Pasukan Sekutu di Bojongkokosan Parungkuda

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:44 WIB

DPR Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Hergun Tegaskan Pentingnya Partisipasi Publik

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:23 WIB

Heboh! Disnakertrans Temukan TKA Diduga Ilegal di PT KKB Cicurug

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:38 WIB

Maling Domba di Cikakak Keok karena Ban Pecah, Empat Ekor Ternak Ditemukan di Dalam Mobil

Berita Terbaru