JURNALSUKABUMI.COM – PT. Star Energy Geothermal Salak (SEGS) kembali menggelar sosialisasi drilling atau pengeboran yang bakal digarap mulai pada Juni 2021 sampai dengan Januari 2022 mendatang.
Produsen panas bumi terbesar di Indonesia yang mengoperasikan kapasitas sebesar 337 MW di lokasi Jl. Jayanegara, Kabandungan, Sukabumi ini membahas rencana pelaksanaan kegiatannya.
“Ini merupakan sosialisasi lanjutan terkait rencana kegiatan drilling yang dilakukan untuk mencegah lapangan salak kekurangan pasokan uap,” ujar Ali Sahid selaku Leader Shared Service Group SEGS kepada jurnalsukabumi.com, Selasa (15/06/2021).
Rencana drilling tersebut kata Ali, juga dapat mendukung operasi Objek Vital Nasional (Obvitnas) lapangan panas bumi Gunung Salak dalam mempertahankan pasokan listrik negara ke masyarakat dan dunia usaha.
“Untuk pengeboran terakhir di Gunung Salak dilakukan pada tahun 2012-2013 dan kembali bakal dimulai tahun ini,” kata Ali.
Masih kata dia, selain itu drilling ini juga membuka kesempatan usaha bagi pengusaha lokal seperti supply bahan baku, penginapan hingga makanan. Termasuk, memberi kesempatan kerja untuk non skill dan sementara membutuhkan sekitar 100 pekerja.
“Tentunya kegiatan ini dapat dilaksanakan karena adanya kerjasama antara masyarakat dan instansi pemerintah. Seperti, Muspida, Muspika, PGE, EBTKE dan Aparat Keamanan seperti Polri dan TNI,” tutup Ali.
Di tempat yang sama, PLT Camat Kabandungan, Arif Solihin menambahkan, kegiatan tersebut direspon hangat lantaran memberikan kesempatan usaha dan peluang kerja bagi masyarakat.
“Tentu kami dukung. Hanya saja, terkait adanya perekrutan tenaga kerja di masa pandemi seperti ini harus bener-bener safety. Guna, mencegah penularan virus covid-19,” singkatnya selepas kegiatan di Aula Balai Latihan Kerja (BLK) Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi itu.
Reporter: Inda Sri Mulya | Redaktur: Ujang Herlan












