JURNALSUKABUMI.COM – Pasca libur lebaran 2021, volume sampah di seputaran objek wisata pantai selatan, Kabupaten Sukabumi, mengalami kenaikan cukup signifikan. Hal itu disebabkan banyaknya wisatawan yang masuk dan meninggalkan tumpukan sampah.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Denis Eriska, mengatakan kenaikan tersebut didominasi oleh sampah organik dengan persentase mencapai 50 hingga 80 persen.
“Tahun ini kenaikan sampah cukup tinggi, saya lihat banyak wisatawan yang memadati pantai-pantai dari mulai Palabuhanratu, Geopark, dan sekitarnya. Sampah itu didominasi sampah kelapa dawegan (kelapa muda), sisanya bekas makanan,” ujar Denis Eriska, Kepada jurnalsukabumi.com, Senin (17/5/2021).
Tumpukan ini, sambung dia, sudah diantisipasi lebih awal. Tanpa ada libur, sejumlah petugas dan armada kebersihan DLH Kabupaten Sukabumi dikerahkan agar sampah tidak menumpuk.
“51 armada dinas lingkungan hidup dilemburkan semuanya, supaya tumpukan sampah bisa di angkut. Walaupun ada penyekatan, kendaraan sampah tetap bisa lewat,” ujarnya.
Walaupun begitu, kata Denis, kapasitas tempat pembuangan sampah akhir (TPSA), yaitu TPA Cimenteng masih bisa menampung hingga 3 sampai 4 tahun kedepan. TPA memiliki total luas tanah keseluruhan 7,2 hektar.
“Sampai saat ini tempat pembuangan akhir masih bisa digunakan, namun saya menghimbau bagi masyarakat agar jangan buang sampah sembarangan, apalagi dilempar ke sungai. Ayo sama sama jaga lingkungan kita agar bersih dan terbebas dari sampah,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Mohammad Noor












