Ditutup Sementara, Wisatawan Tujuan Palabuhanratu Siap-siap Diputar Balik

Minggu, 16 Mei 2021 - 08:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Mulai hari ini, akses pengunjung yang akan berwisata ke Palabuhanratu, Geopark Ciletuh dan sekitarnya di Kabupaten Sukabumi, ditutup sementara, Minggu (17/5/2021).

Penutupan hingga waktu yang belum ditentukan itu atas hasil kesepakatan Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi bersama Gugus Tugas Covid-19 dan Unsur Forkopimda, mengingat lonjakan pengunjung yang terus meningkat.

Kepala bidang Komunikasi Publik pada Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Sukabumi, Herdi Somantri mengatakan, beberapa alasan memicu ditutupnya sementara kawasan wisata Palabuhanratu ini.

Satu di antaranya, imbas dari kerumunan pengunjung, yang sebagian besar mengacuhkan Protokol Kesehatan (Prokes) seperti tak memakai masker dan menjaga jarak.

“Ini keputusan bersama Pemkab Sukabumi, TNI, Polri dan Satgas Covid-19. Dan pemberlakuannya sejak malam tadi pukul 00.00 WIB,” ujar Bima sapaan karib Herdi Somantri, Minggu (16/05/2021).

Anggota Satgas Covid-19 Kabupaten Sukabumi ini mengaku, sangat paham dan mengerti momen liburan ini masyarakat ingin berkunjung ke tempat wisata. Tapi tetap harus ingat bahwa Prokes sangat penting, sehingga kasus Covid-19 tidak meningkat secara signifikan pasca liburan lebaran ini.

“Sekali lagi kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Bukan tidak beralasan, melainkan lebih mengutamakan untuk keselamatan semua,” tuturnya.

Meski kesepakatan penutupan wisata ini sudah diberlakukan, akan tetapi masih terpantau sejumlah kendaraan roda dua maupun roda empat di Jalan Raya Cikidang dengan tujuan Pantai Palabuhanratu, sejak pagi ini.

Seperti halnya, pengendara asal Cicurug, Terisna (25) yang sempat diwawancara di sela perjalanannya. Ia mengaku, liburan bersama keluarga usai Lebaran Idul FitriĀ  merupakan momen yang sulit ditinggalkan.

“Ya, gimana lagi. Liburan ke laut ini memang terbilang ajang silaturahmi dan menghabiskan liburan bersama keluarga dan kerabat. Meski larangan dan pemberitahuan ditutup sementara tersebar di mana-mana,” ungkapnya.

Bahkan, masih kata dia. “Kapan lagi kita bisa menghabiskan acara tahunan ini. Dan meski resiko diputar balik sudah di depan mata, tapi mencoba dahulu dan jika ia pun tidak masalah,” singkatnya.

Reporter: Ifan | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Purwasari Diterpa Cuaca Ekstrem, 52 Rumah Rusak dan 9 Pohon Tumbang
Identitas Mayat di Bawah Tol Bocimi Belum Terungkap, Kaos Barong Jadi Petunjuk Utama
30 Persen Saluran Rusak, Petani di Palabuhanratu Hadapi Ancaman Gagal Produksi
Pohon Beringin Puluhan Tahun di SMAN 1 Cicurug Tumbang, 12 Kendaraan Tertimpa
Hujan Angin Kencang Rusak SMPN 2 Cicurug, 8 Ruangan Terdampak
Temuan Mayat di Bawah Tol Bocimi Gegerkan Warga Ciambar
Warga Nagrak Meregang Nyawa di Dalam Sumur
Tragis! Ayah dan Anak Meninggal dalam Kecelakaan Tunggal di Panenjoan Ciemas

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:57 WIB

Identitas Mayat di Bawah Tol Bocimi Belum Terungkap, Kaos Barong Jadi Petunjuk Utama

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:51 WIB

30 Persen Saluran Rusak, Petani di Palabuhanratu Hadapi Ancaman Gagal Produksi

Rabu, 30 September 2026 - 19:53 WIB

Pohon Beringin Puluhan Tahun di SMAN 1 Cicurug Tumbang, 12 Kendaraan Tertimpa

Rabu, 30 September 2026 - 17:38 WIB

Hujan Angin Kencang Rusak SMPN 2 Cicurug, 8 Ruangan Terdampak

Selasa, 29 September 2026 - 18:10 WIB

Temuan Mayat di Bawah Tol Bocimi Gegerkan Warga Ciambar

Berita Terbaru