JURNALSUKABUMI.COM – Kementerian Pertanian menggulirkan program Upaya Khusus Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (UPSUS SIKOMANDAN) di Kabupaten Sukabumi. Program ini bertujuan untuk meningkatkan populasi hewan ternak.
Kepala Bidang Perbibitan dan Produksi Ternak Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, Deulis Linda, mengatakan program ini tidak terlepas dari tingginya kebutuhan konsumsi daging. Kabupaten Sukabumi sendiri baru dapat memenuhi kebutuhan daging sapi sekitar 30 persen.
Sehingga, untuk memenuhi kebutuhan, daging sapi dan kerbau masih dipasok dari luar Jawa Barat dan import.
“Salah satu langkahnya yaitu melalui optimalisasi pelaksanaan inseminasi buatan (IB) pada ternak sapi dengan target 4.000 ekor di tahun 2021,” kata Deulis kepada jurnalsukabumi.com, Jumat (7/5/21).
Selain IB, sambung Deulis, Kabupaten Sukabumi juga bekerjasama dengan Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang melaksanakan program transfer embrio (TE). “TE, yaitu teknik memasukan embrio ke dalam alat reproduksi ternak betina sehat (resipien) dengan alat tertentu bertujuan sapi bunting,” ucapnya.

Pelaksanaan TE tidak hanya meningkatkan populasi ternak, tapi juga untuk menghasilkan bibit berkualitas. Embrio dikembangkan dari induk sapi yang telah terseleksi di BET dan pejantan dari luar yang berkualitas.
“Pelaksanaan TE di Kabupaten Sukabumi telah dilaksanakan pada bulan Juli Tahun 2020 dan bulan Mei ini telah lahir 3 ekor ternak hasil TE,” ujarnya
Pemkab Sukabumi juga tengah mengujicoba program twining. Yaitu program anak kembar yang satu hasil IB dan yang satu hasil TE dan berhasil pada satu ekor ternak. Kedepannya program twining ini akan digalakan.
“Keuntungan program twining ini selain mempercepat peningkatan populasi juga meningkatkan kesejahteraan peternak sapi karena dalam satu kelahiran menghasilkan dua ekor anak, yang biasanya hanya satu ekor. Semoga dengan adanya beberapa program tersebut dapat meningkatkan ketersedian produksi daging sapi dalam daerah,” bebernya
Reporter: Ruslan AG | Redaktur: Mohammad Noor












