JURNALSUKABUMI.COM – Suasana keakraban, santai dan hangat tampak di pertemuan semua kepala desa (kades) se-Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi dengan Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi, M Adib Adam, Jumat (19/02/2021).
Situasi itu merupakan bagian dari Jaksa Bina Desa (Jabinsa) yang merupakan program inovasi langsung Kejari Kabupaten Sukabumi, Bambang Yunianto, dimulai awal tahun lalu. Lokasi awal dipusatkan di aula Kantor Desa Cikujang berlamat di Jalan Pajajaran I KM 04 Nomor 63 Gunungguruh
Dalam program itu terlihat Camat Gunungguruh, Ading Ismail dan ada tujuh kades, antara lain Kades Cikujang Heni Mulyani; Kades Gunungguruh Panji Cahyana Purnama; Kades Sirnaresmi H. Andi Sukandi; Kades Kebonmanggu Rasnita; Kades Cibentang Dedi Mulyadi; dan Kades Cibolang Pepen Supendi. Sementara Kades Mangkalaya Endang Solihin tidak hadir diinformasikan sedang sakit.
Tampak pula perwakilan Perumda BPR Sukabumi, pemerhati desa Fery Permana, dan jaksa senior Alfian didampingi Kasub Seksi Pertimbangan Hukum Datun, Dekrit Dirga Saputra. Tak ketinggalan Dan Posramil Gunungguruh Peltu Erfan Rifai dan Babinsa Desa Cikujang Serma Herman.
“Jabinsa merupakan program yang diluncurkan Pak Kajari. Tujuan utamanya yakni mengenal dan mengetahui secara langsung kondisi dan situasi desa,” kata Adib di sela kegiatan Jabinsa.
Dengan begitu, sambung Adib, jaksa akan mengetahui persoalan, menggali potensi apa saja di tiap wilayah desa. Sehingga turut serta mendongkrak program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), terutama untuk menyejahterakan masyarakat.
“Nanti aspirasi dari para kades dan warga, tentunya akan menjadi kajian kami. Sehingga kami akan memberikan solusi, terutama yang menyangkut meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” bebernya.
Ketua Asosiasi Perangkat Desa (Apdesi) Kecamatan Gunungguruh sekaligus Kades Cikujang, Heni Mulyani mengapreasiasi program Jabinsa. Dengan kehadiran jaksa ke wilayahnya, bisa menyampaikan persoalan termasuk potensi di desanya. Terlebih, bisa dihadirkan pula pemerhati dan Perumda BPR Sukabumi.
“Sangat bagus. Seperti persoalan maraknya bank emok, melalui Jabinsa ini kami jadi tahu adanya program Sahabat Mikro dari Perumda BPR Sukabumi. Dan potensi-potensi lainnya kami sampaikan juga. Kami tidak kaku sebab acaranya dikemas kekeluargaan,” tandasnya.
Redaktur: Mohammad Noor












