Tak Perlu Memanjat, Ini Segudang Manfaat Budidaya Pohon Kelapa ‘Mini’ di Ciracap

Kamis, 4 Februari 2021 - 09:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Pengusaha perkebunan kelapa di Pasir Gancleng, Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, memilih terjun dalam budidaya pohon kelapa mini alias pohon dengan tinggi kisaran 1 meter.

Seperti namanya, jenis pohon kelapa ini tumbuh lebih pendek dibanding dengan pohon kelapa pada umumnya yang bisa tumbuh dengan ketinggian mencapai 10 meter .

Inisiator Penanaman Pohon Kelapa Mini, Rismayadi mengatakan, pengembangan jenis varietas baru ini sangat menguntungkan baik dari sisi keamanan, efektivitas waktu dan mobilitas produktifitas.

“Terpenting adalah faktor keamanan. Karena tinggi pohon hanya kisaran 1 meter saja. Jadi tidak perlu memanjat dan bergelantungan, melainkan tinggal memetik saja,” ujar Rismayadi kepada jurnalsukabumi.com, Kamis (4/2/21).

Kelebihan lain dari pohon kelapa setinggi anak balita tersebut kata pengusaha gula semut yang sudah menembus pasar Eropa ini adalah jarak tanam antara satu pohon ke pohon lain berjejer sangat rapat.

“Jarak tanam cukup hanya 0,5 meter. Untuk pohon kelapa pada umumya, jarak tanam bisa mencapai 2 sampai 3 meter. Umur tanam pun berbeda, pohon kelapa tinggi rata-rata berumur 8 sampai 10 tahun. Sementara pohon kelapa pendek, sampai berproduksi hanya sekitar 3 sampai 4 tahun,” paparnya.

Lanjut Rismayadi, saat proses penyadapan kelapa pendek, setiap orang pekerja bisa memperoleh hasil sadapan nira jauh lebih mudah ketimbang harus memanjat pohon kelapa yang menjulang tinggi.

“Dalam satu hari, setiap pekerja paling banyak bisa memanjat 30 hingga 40 pohon. Lain lagi kalau mengambil nira dari kelapa pendek bisa mencapai ratusan pohon,” sambungnya.

Untuk memenuhi permintaan produsen dari dalam, maupun luar negeri, saat ini pihaknya tengah mengoptimalkan sumber daya alam dan SDM untuk mendongkrak produksi.

“Kami mengelola lahan perkebunan kelapa seluas 800 hektare yang terletak di tiga titik lokasi yakni Ciracap, Surade dan Waluran. Luas tanah ini ada yang milik pribadi dan ada pula milik masyarakat dan kelompok tani,” tandasnya.

Reporter: Usep Mulyana | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

BPR Sukabumi Umumkan Pelayanan Operasional Bakal Buka Kembali Tanggal 18 Mei 2026
Wujud Nyata CSR, 4 Perusahaan di Gunungguruh Tuntaskan Perbaikan Drainase di Desa Cikujang
Pupuk NPK ‘Zonk’ Beredar, SMSI Sukabumi Raya Soroti Kinerja KP3 Sukabumi
Warga Cibadak Bakal Nikmati Perluasan Jaringan Air Bersih Perumda AMTJM
SCG Perkuat Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Sukabumi Lewat Pembangunan Waste Station
BPR Sukabumi Luncurkan SIMPEN, Permudah Pendaftaran Nasabah Secara Digital
Stok Beras Sukabumi Aman Jelang Idul Adha, Heri Gunawan Pastikan Ketersediaan Cukup
PLN UP3 Sukabumi Sediakan 23 SPKLU di Sukabumi, Pengguna EV Kini Lebih Nyaman

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:52 WIB

BPR Sukabumi Umumkan Pelayanan Operasional Bakal Buka Kembali Tanggal 18 Mei 2026

Senin, 11 Mei 2026 - 19:11 WIB

Wujud Nyata CSR, 4 Perusahaan di Gunungguruh Tuntaskan Perbaikan Drainase di Desa Cikujang

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:08 WIB

Pupuk NPK ‘Zonk’ Beredar, SMSI Sukabumi Raya Soroti Kinerja KP3 Sukabumi

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:14 WIB

Warga Cibadak Bakal Nikmati Perluasan Jaringan Air Bersih Perumda AMTJM

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:28 WIB

SCG Perkuat Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Sukabumi Lewat Pembangunan Waste Station

Berita Terbaru

OPINI

Pelemahan Rupiah dan Mendesaknya Penetapan RUU Migas

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:57 WIB

RAGAM

DPPKB: Kampung KB Desa Kalibunder Jadi Pusat Perubahan

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:44 WIB