Meski Gagal Panen, ‘Si Madu’ Durian Khas Cikakak Tetap Diburu Pembeli

Kamis, 14 Januari 2021 - 18:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Tingginya curah hujan dengan intensitas sedang lebat disertai angin kencang yang melanda beberapa daerah Kabupaten Sukabumi akhir-akhir ini, berdampak buruk terhadap hasil panen para petani.

Bahkan, Durian ‘Si Madu’ khas Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi yang biasanya melimpah ruah saat musim tiba pun ikut gagal panen.

Salah Satu Petani Durian di Cikakak, Gesit Nur (25) mengatakan, cuaca buruk dan pancaroba mengakibatkan buah yang awalnya diperkirakan panen besar ternyata tidak sesuai dengan yang diharapkan.

“Berhubung tahun kemarin panen raya, jadi untuk tahun sekarang proses tumbuhnya bunga lambat ditambah lagi karena cuaca yang pancaroba,” ujarnya kepada jurnalsukabumi.com, Kamis (14/01/2021).

Gesit mengaku, para petani durian di kawasan tersebut mengalami gagal panen. Terlebih beberapa kali berbuah kualitas dan jumlahnya tidak sebanyak seperti tahun sebelumnya.

“Sekarang mah banyak buah durian berguguran, sehingga petani tidak bisa menjual hasil kebun mereka. Bahkan, ada juga tidak berbuah sama sekali,” terangnya.

Sementara itu, walaupun kondisi seperti ini, buah durian tetap menjadi primadona bagi para penikmatnya. Bahkan, meski harganya masih tinggi, akan tetapi masih menjadi incaran pembeli.

“Harga tidak berpengaruh terhadap ‘Si Madu’ walaupun mahal, saya sendiri akan tetap membelinya. Sekarang harga duren dipasarkan masih tinggi kisaran Rp100 ribu,” ujar salah satu peminat durian, Herma (42).

Reporter: Cr4 | Redaktur: Ujang Herlan

 

Berita Terkait

DPRD Mulai Bedah Penyertaan Modal Perumda Pesona Pariwisata dan Aturan Ketenagakerjaan
IPDN Gandeng Hergun Siapkan UMKM Tembus Pasar Digital di Sukabumi
Sampah Jadi Bahan Bakar! Wamenko: Hasil Pengolahan RDF Berpotensi Penuhi Kebutuhan Pabrik Semen
BPR Sukabumi Ingatkan Bahaya Bank Emok, Pinjaman Cepat Bisa Berujung Tercekik
Tabungan Tahara dan Siwajar Makin Diminati, BPR Sukabumi Catat Pertumbuhan Positif
Paripurna DPRD, Penyampaian Perubahan Perumda AMTJM Menjadi Perseroda
Tahun Ajaran Baru Jadi Momentum Menabung, Minat Tabungan SiWajar di BPR Sukabumi Meningkat
BPOM Apresiasi Otsuka, Pabrik di Pasuruan Jadi Contoh Penerapan Keamanan Pangan Nasional

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:04 WIB

DPRD Mulai Bedah Penyertaan Modal Perumda Pesona Pariwisata dan Aturan Ketenagakerjaan

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:07 WIB

IPDN Gandeng Hergun Siapkan UMKM Tembus Pasar Digital di Sukabumi

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:18 WIB

Sampah Jadi Bahan Bakar! Wamenko: Hasil Pengolahan RDF Berpotensi Penuhi Kebutuhan Pabrik Semen

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:35 WIB

BPR Sukabumi Ingatkan Bahaya Bank Emok, Pinjaman Cepat Bisa Berujung Tercekik

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:27 WIB

Tabungan Tahara dan Siwajar Makin Diminati, BPR Sukabumi Catat Pertumbuhan Positif

Berita Terbaru