JURNALSUKABUMI.COM – Tingginya curah hujan dengan intensitas sedang lebat disertai angin kencang yang melanda beberapa daerah Kabupaten Sukabumi akhir-akhir ini, berdampak buruk terhadap hasil panen para petani.
Bahkan, Durian ‘Si Madu’ khas Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi yang biasanya melimpah ruah saat musim tiba pun ikut gagal panen.
Salah Satu Petani Durian di Cikakak, Gesit Nur (25) mengatakan, cuaca buruk dan pancaroba mengakibatkan buah yang awalnya diperkirakan panen besar ternyata tidak sesuai dengan yang diharapkan.
“Berhubung tahun kemarin panen raya, jadi untuk tahun sekarang proses tumbuhnya bunga lambat ditambah lagi karena cuaca yang pancaroba,” ujarnya kepada jurnalsukabumi.com, Kamis (14/01/2021).
Gesit mengaku, para petani durian di kawasan tersebut mengalami gagal panen. Terlebih beberapa kali berbuah kualitas dan jumlahnya tidak sebanyak seperti tahun sebelumnya.
“Sekarang mah banyak buah durian berguguran, sehingga petani tidak bisa menjual hasil kebun mereka. Bahkan, ada juga tidak berbuah sama sekali,” terangnya.
Sementara itu, walaupun kondisi seperti ini, buah durian tetap menjadi primadona bagi para penikmatnya. Bahkan, meski harganya masih tinggi, akan tetapi masih menjadi incaran pembeli.
“Harga tidak berpengaruh terhadap ‘Si Madu’ walaupun mahal, saya sendiri akan tetap membelinya. Sekarang harga duren dipasarkan masih tinggi kisaran Rp100 ribu,” ujar salah satu peminat durian, Herma (42).
Reporter: Cr4 | Redaktur: Ujang Herlan












