JURNALSUKABUMI.COM – Soal konsultasi keluhan pengobatan tradisional Ma Irot yang menjalankan praktik reparasi “Si Otong” sejak 1980 an, nampaknya sudah tak asing lagi didengar.
Jasa ‘permak’ Mr P legendaris ini tidak hanya seantero Indonesia, bahkan sudah kesohor hingga manca negara. Haji Syahril, putra pertama Haji Royani diwarisi kemampuan sang Nenek, yakni Mak Irot sejak tahun 2000 silam.
Tepat di Kampung Benteng RT.01/005, Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, dirinya mengungkapkan secara jelas akan khasiat dari pengobatan tradisional yang mampu bisa membuat alat kelamin pria gagah perkasa.
“Alhamdulilah, kita di sini sudah hampir 20 tahun yang insyallah bisa membuat lebih kuat, panjang, besar dan tahan lama. Juga, bisa dirasakakan perubahannya langsung di tempat tanpa efek samping,” kata H. Syahril saat ditemui jurnalsukabumi.com, Jumat (25/12/2020).
Selain, melalui praktik pijatnya yang diklaim bisa membesarkan dan memanjangkan alat vital kaum laki-laki. Cucu Ma Irot yang berasal dari Kampung Cigadog, Desa Caringin, Kecamatan Cisolok itu pun makin dilirik.
“Kalau pengunjung sempat ada dari Negara Oman, Singapur dan Brunai Darussalm. Untuk pengunjung nusantara, seperti pengunjung dari perbatasan Malaysia, Kucingan, Bandung Jakarta, Padang, Papua, dan Kalimantan hingga Sumbawa,” ungkap Ayah dari Lima anak itu.
H. Syahril pun menginformasikan secara rinci, tahapan demi tahapan pengobatan sesaat menangani keluhan dari pasien. Diantaranya, mendeteksi keluhan pasien melalui pijat di beberapa titik tertentu hingga proses pembuktian langsung di tempat.
“Insyallah, berkat ilmu warisan sang nenek dan doa, semua langsung terkabul. Soal ukuran, tergantung permintaan pasien, dari mulai panjang 15 cm, 17 cm, 20 cm serta diameter yang 3,5 cm, 4,5 cm hingga 50 cm,” ucapnya.
Sementara soal tarip disesuaikan dengan keluhan bahkan tidak dipatok. Untuk lebih jelasnya, bisa konsultasi langsung ke lokasi pengobatan atau bisa juga dengan layanan antar jemput dengan menghubungi di nomor pribadinya 081329730022.
“Lokasi sangat strategis dan berada di pinggir jalan langsung. Pasien bisa mengguna dua jalur, dari arah Sukabumi – Palabuhanratu patokannya pertigaan Alfamart sebelum Desa Jayanti, Palabuhanratu belok kiri,”.
“Sementara, dari jalur Banten – Palabuhanratu, bisa berhenti di pertigaan Slamet masuk Jalan Rawa Kalong. Dari jalan raya hanya 3,5 km saja. Adapun praktik, hanya libur di hari Jumat saja. Hari lainnya buka sampai 24 jam,” tutupnya.
Reporter: Cr1 | Redaktur: Ujang Herlan












