JURNALSUKABUMI.COM – DPC Badan Peneliti Aset Negara-Lembaga Aliansi Indonesia (BPAN-LAI), bertekad akan memberikan perhatian khusus terhadap penegakkan supremasi hukum, penguatan ideologi Pancasila dalam berbagai aspek kehidupan yang meliputi aspek ekonomi, pendidikan, kesehatan, politik, keamanan dan wawasan kebangsaan.
Ketua DPC BPAN-LAI, Ruswandi mengatakan, lembaga yang dipimpinnya, akan berperan aktif dalam mengisi pembangunan khususnya di Kabupaten Sukabumi secara nyata dan berkelanjutan.
Lembaga yang baru berdiri 16 Desember 2020, lewat penetapan SK Nomor: 06-A. SK/PC.BPAN-LAI/XII/20 juga berfungsi sebagai wadah aspirasi rakyat yang bersifat independent. Dengan kata lain kata dia, lembaga ini terbebas dari pengaruh siapapun termasuk pemerintah.
“Pergerakan organisasi ini, bertumpu pada panca moral yang merefleksikan arah perjuangan rakyat untuk mewujudkan cita-citanya menggapai kesejahtraan yang hakiki dalam suasana damai, makmur dan sentausa,” kata dia kepada jurnalsukabumi.com, Kamis, (17/12/20).
Dia menambahkan, komponen masyarakat didorong mengambil inisiatif untuk melakukan dua hal yakni untuk melakukan “stop dan cegah “. Dengan dua hal itu lanjut dia, sifat-sifat buruk seperti rasa egoisme, dengki, suudzon, ketamakan dan ingin menang sendiri sejak awal dapat dihindari.
Aliansi Indonesia tuturnya, memiliki tiga pilar untuk ikut membangun bangsa dan negara yakni, menyelamatkan aset negara, menegakan keadilan dan kebenaran, serta ikut menjaga keutuhan NKRI.
Di tempat terpisah sekretaris DPC BPAN-LAI, Lutfi Yahya mengatakan, pasca terbentuknya kepengurusan akan segera sowan dan berkoordinasi dengan Forkopimda Sukabumi untuk menyamakan persepsi tentang berbagai hal yang menyangkut penyelamatan dan perlindungan aset negara.
“Ya, secepatnya kami akan berkoordinasi dengan Forkopimda Sukabumi. Kami juga akan segera menyusun langkah program kerja melalui pengkajian, penelitian hingga langkah investigasi terkait aspirasi dan pengaduan masyarakat yang datanya yang sudah masuk dan dialamatkan ke BPAN-LAI,” tandasnya.
Reporter: CR1 II Redaktur: Usep Mulyana











