JURNALSUKABUMI.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi mengimbau umat Islam untuk melaksanakan Salat Istisqa atau salat sunah memohon turunnya hujan, menyusul kondisi yang membutuhkan ikhtiar bersama untuk mendapatkan hujan yang membawa rahmat dan keberkahan.
Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 01/MUI-KABSI/ED/IX/2026 tentang Himbauan Pelaksanaan Sholat Istisqo dan Upaya Menjaga Lingkungan, tertanggal 15 September 2026.
Melalui surat edaran tersebut, MUI Kabupaten Sukabumi mengajak umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak istighfar, bertaubat dari segala dosa dan kemaksiatan, serta meningkatkan sedekah dan kepedulian sosial terhadap sesama.
Imbauan ini merupakan tindak lanjut dari arahan MUI Provinsi Jawa Barat terkait pelaksanaan Salat Istisqa dan upaya menjaga lingkungan.
MUI Kabupaten Sukabumi juga menginstruksikan jajaran MUI tingkat kecamatan dan desa, pimpinan pondok pesantren, serta pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) untuk memfasilitasi pelaksanaan Salat Istisqa secara berjamaah.
Salat sunah tersebut dianjurkan dilaksanakan di lapangan terbuka atau halaman masjid di wilayah masing-masing, dengan tetap berkoordinasi bersama aparatur pemerintah setempat.
Selain pelaksanaan salat, para khatib dan imam masjid juga diimbau untuk menyisipkan doa memohon turunnya hujan yang membawa rahmat dan keberkahan, baik dalam khutbah maupun setelah pelaksanaan salat fardu.
MUI Kabupaten Sukabumi berharap imbauan tersebut dapat disosialisasikan secara luas melalui jajaran MUI di tingkat kecamatan hingga desa, sehingga pelaksanaan Salat Istisqa dapat berlangsung dengan khusyuk dan melibatkan masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Sukabumi.
Surat edaran tersebut ditandatangani Ketua Umum MUI Kabupaten Sukabumi, KH. E. Fatahilah Nadiri, dan Sekretaris Umum KH. Encep Hadiana, S.Pd.I., M.Si.
Melalui imbauan ini, MUI Kabupaten Sukabumi mengajak umat Islam untuk menjadikan Salat Istisqa sebagai bagian dari ikhtiar spiritual sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.
Redaktur: Ujang Herlan











