DPRD Soroti Aktivitas Tambang di Simpenan, Perusahaan Diminta Hentikan Kegiatan Sementara

Selasa, 29 September 2026 - 08:09 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Aktivitas pertambangan di lahan HGU Cipelang Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, mendapat perhatian serius DPRD Kabupaten Sukabumi.

Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi bersama Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), DPMPTSP, dan Forkopimcam Simpenan turun langsung ke lokasi, Senin kemarin (28/9/2026).

Kedatangan mereka bukan tanpa alasan. DPRD melakukan sidak setelah menerima aduan masyarakat yang mempertanyakan kelengkapan perizinan aktivitas PT Darma Prakasa Raya yang berada di kawasan tersebut.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi, Hamzah Gurnita, mengatakan hasil pengecekan di lapangan menjadi dasar bagi pihaknya untuk meminta adanya penghentian sementara aktivitas perusahaan hingga persoalan perizinan dipastikan.

“Ini sidak hasil aduan dari masyarakat bahwa tempat tersebut belum memiliki perizinan. Dari hasil ini kita meminta agar merekomendasikan kepada dinas, mengeluarkan perintah juga bahwa perusahaan tersebut menghentikan segala kegiatannya,” kata Hamzah, Selasa (29/9/2026).

Menurut Hamzah, penghentian tersebut bersifat sementara, sampai seluruh perizinan yang diperlukan dinyatakan lengkap.

“Diberhentikan dulu sampai seluruh segala bentuk perizinannya selesai,” tegasnya.

DPRD juga meminta pemerintah daerah tidak hanya berhenti pada satu lokasi. Pengawasan terhadap aktivitas pertambangan di Kabupaten Sukabumi dinilai perlu diperkuat, terutama untuk memastikan kegiatan usaha berjalan sesuai ketentuan.

“Kita berharap perusahaan melengkapi seluruh perizinan. Ini yang menjadi PR kita bersama, sebetulnya banyak ada beberapa yang menjalankan aktivitas belum mengantongi perizinan secara komplit,” ujarnya.

Di lokasi yang sama, DPRD turut menyoroti akses jalan masyarakat yang berada di sekitar area kegiatan. Hamzah menyebut warga menginginkan adanya perhatian terhadap akses tersebut apabila kegiatan perusahaan nantinya telah memenuhi seluruh ketentuan.

Persoalan lain yang turut menjadi perhatian adalah informasi mengenai dugaan keberadaan warga negara asing di lokasi. Hamzah mengatakan dirinya belum melihat langsung WNA saat sidak, namun DPRD berencana melakukan pengecekan lanjutan bersama instansi terkait.

“Kalau saya lihat belum ada ya. Saya sendiri tidak melihat, tapi insyaallah nanti besok-besok kita akan sidak dengan Imigrasi dan kepolisian yang lain,” katanya.

Sementara itu, Humas PT Darma Prakasa Raya, Ledy, menyampaikan pandangan berbeda terkait persoalan perizinan. Ia mengatakan dokumen perizinan perusahaan telah lengkap dan telah ditunjukkan kepada DPRD saat sidak.

“Ya, kalau perusahaan kan melaksanakan pertanggungjawaban. Terhadap kegiatan ini, yang namanya izin dari dinas-dinas terkait kan sudah komplit, tadi sudah saya sampaikan berupa fisiknya ke pak Dewan,” ujar Ledy.

Ledy juga menyampaikan keberatan apabila seluruh aktivitas dihentikan. Menurutnya, sebagian kegiatan di lokasi berkaitan dengan pemerataan tanah dan langkah antisipasi terhadap potensi banjir.

Perbedaan keterangan tersebut menjadi bagian yang akan ditindaklanjuti dalam pembahasan antara pihak perusahaan dan pemerintah daerah, termasuk melalui dinas teknis terkait.

DPRD sendiri menegaskan akan mengambil langkah lebih lanjut apabila aktivitas tetap berjalan setelah adanya permintaan penghentian sementara.

“Ya kita akan tindak tegas. Artinya akan merekomendasikan melalui pimpinan kami DPRD, Satpol PP, dan bahkan kita laporkan ke APH juga karena ini merusak alam,” tegas Hamzah.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Dua Truk ‘Adu Banteng’ di Parungkuda, Sopir Diduga Mengantuk
Pria Tenggelam di Sungai Cicatih Ditemukan Tewas
Cut and Fill di Cikembar Dikeluhkan, Warga Soroti Debu dan KebisinganĀ 
Ngeyel! Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Masih Beroperasi
Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Kebun Jati Sukabumi
Dua Remaja Terseret Ombak Pantai Cibuaya Ditemukan Tewas
Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua
Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Dua Truk ‘Adu Banteng’ di Parungkuda, Sopir Diduga Mengantuk

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:24 WIB

Pria Tenggelam di Sungai Cicatih Ditemukan Tewas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Cut and Fill di Cikembar Dikeluhkan, Warga Soroti Debu dan KebisinganĀ 

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:37 WIB

Ngeyel! Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Masih Beroperasi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Kebun Jati Sukabumi

Berita Terbaru

Religi

BAZNAS Kabupaten Sukabumi Bawa Pulang Penghargaan Nasional

Jumat, 16 Okt 2026 - 12:22 WIB